Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Mengenal Creepware yang Diberangus Google
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Tahun lalu, Google berhasil menghapus 813 aplikasi creepware di toko aplikasinya, Play Store. Penghapusan ini menindaklanjuti laporan sejumlah peneliti yang mempelajari aplikasi mirip stalkerware tersebut.

Namun hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui apa itu creepware. Mereka masih bertanya-tanya mengenai aplikasi yang menjadi momok menakutkan itu.

Dilansir dari Techradar pada Kamis (14/5/2020), kelompok peneliti dari Universitas New York, Cornell Tech, dan NortonLifeLock menjelaskan creepware tidak mempunyai fitur memata-matai layaknya spyware namun tetap berbahaya.

Baca Juga:

Malware Jenis Baru Ditemukan, Ini Bahayanya

Makalah berjudul "The Many Kinds of Creepware Used for Interpersonal Attacks” yang mereka buat menyebut, aplikasi creepware ini secara langsung atau tidak langsung mampu menguntit, melecehkan, menipu atau mengancam korban secara online.

Para peneliti tersebut mengungkap bahwa terdapat setidaknya 857 aplikasi antaranya sebagai creepware. Temuan ini didapat dengan cara menganalisis 1.000 aplikasi teratas berdasarkan skor creep yang mereka buat.

Pengidentifikasian aplikasi berbahaya ini mengembangkan algoritma bernama CreepRank yang dapat mengenali bahkan sampai ke jenis-jenisnya. Para kelompok peneliti mengatakan algoritma ini memberikan efektifitas yang besar.

Baca Juga:

Asia Tenggara Jadi Target Sebaran Spyware

CreepRank juga memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi aplikasi dengan fitur yang dapat digunakan untuk mengekstrak pesan SMS dari perangkat. Aplikasi yang dapat mencuri identitas pengguna saat chatting, meluncuran serangan DoS, dan aktifitas bahaya lainnya juga dapat diidentifikasi menggunakan CreepRank.

Aplikasi berbahaya creepware sendiri diketahui sudah menyusup ke lebih dari 1 juta perangkat di dunia. Hingga saat ini, Google masih terus memberangus aplikasi yang dapat menimbulkan risiko keamanan dan privasi data ini di toko aplikasinya.

SHARE:

Peran Manusia Terancam, TikTok Uji Coba Influencer Virtual AI Promosikan Produk

BYD Rilis Poster Kendaraan Listrik Baru, Desainnya Seperti Mobil Off-Road