Technologue.id, Jakarta –┬áNamanya juga era teknologi canggih, peretasan data pribadi memang bisa terjadi di mana saja. Salah satunya adalah peretasan data pribadi dari 10,6 juta orang yang menginap di Hotel MGM.

Peretasan data pribadi tamu hotel MGM itu terjadi pada musim panas tahun lalu sebagaimana dilaporkan oleh ZDNet. Informasi yang dicuri tersebut telah diposting ke forum peretasan minggu ini, terdiri dari nama, alamat, dan nomor paspor pada tamu hotel.

Baca Juga:
Jaga Kedaulatan Data, Kominfo Ajukan RUU Perlindungan Data Pribadi

Pun demikian, pihak MGM meyakini tidak ada informasi keuangan yang terpapar dari serangan peretasan itu.

“Musim panas lalu kami menemukan akses tidak sah ke server cloud yang berisi sejumlah informasi terbatas untuk tamu-tamu MGM Resorts sebelumnya. Kami yakin bahwa tidak ada data keuangan, kartu pembayaran, atau kata sandi yang telibat dalam masalah ini,” kata juru bicara MGM seperti dilansir dari BBC.

MGM juga meyakinkan bahwa sebagian data yang dicuri adalah informasi buku telepon, seperti nama, nomor telepon, dan alamat email, yang menurutnya itu sudah tersedia untuk umum. Pihak MGM juga sudah memberi tahu kepada 1.300 para tamu sebelumnya bahwa ada informasi yang lebih sensitif termasuk nomor paspor telah diretas.

Menurut pihak MGM, pemberitahuan soal peretasan kepada para mantan tamunya ini mengikuti hukum negara bagian. Sebagian besar negara bagian AS tidak mengharuskan perusahaan memberitahu pelanggan jika data yang sudah untuk publik telah terungkap selama peretasan.

Baca Juga:
Demam Fintech, Sejauh Mana Jaminan Perlindungan Data Pribadi?

Menurut ZDNet, data itu diposting ke forum peretasan. Penyerang dunia maya bisa menggunakan segala macam informasi, bahkan data yang kurang sensitif untuk menargetkan individu secara online. Sebelumnya, pada 2017, Marriot Hotels mengalami peretasan mencapai 500 juta tamu, dan serangan ini dikaitkan dengan peretas yang disponsori oleh negara China.

MGM memiliki resort di Las Vegas, Atlantic City dan Detroit di AS. Selain itu juga memiliki properti di China, Jepang, dan sedang membangun resor baru di Dubai.