Technologue.id, Jakarta – Industri telekomunikasi di Indonesia tengah menghadapi polemik perubahan tarif interkoneksi. Sekarang ini, interkoneksi yang dipermasalahkan kalangan pelaku industri telekomunikasi Indonesia ialah telekomunikasi berbasis sirkut yang terbilang lawas.

Di belahan bumi lainnya, interkoneksi alias komunikasi antar jaringan yang disediakan pada layanan telekomunikasi sudah menggunakan internet protokol (IP). Penggunaan layanan IP memang biasa digunakan pada layanan internet yang makin banyak dipakai pelanggan telekomunikasi.

Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL Axiata menyatakan penyediaan regulasi di Indonesia masih disesuaikan dengan kondisi kekinian industri. Ia pun memaklumi pembahasan interkoneksi di Indonesia masih berkutat pada interkoneksi berbasis switch.

“Interkoneksi berbasis IP based akan sangat erat kaitannya dengan teknologi selanjutnya, seperti VoLTE (Voice over LTE) dan RCS (Rich Communication Suite). Sekarang di Indonesia sendiri masih belum ada yang menyediakan layanan berbasis teknologi itu secara komersial,” kata Yessie.

- Advertisement -

Ia melanjutkan, seiring berjalannya waktu penggunaan teknologi dalam layanan telekomunikasi bakalan mengarah pada generasi selanjutnya, RCS dan VoLTE. “Pada saat itu interkoneksi bukan lagi circuit switch, tapi data yang melalui voice. Jadi, voice yang dikirimkan pakai data,” imbuh Yessie.

Yessie memprediksi interkoneksi berbasis IP baru akan booming di Indonesia ketika handset pendukungnya telah semakin mudah diakses masyarakat. “Saat semua teknologi, device jauh lebih murah, adopsi lebih tinggi, lebih murah akan bergulir, begitu juga device. Maka, kita akan lewat sana dan bisa mengimplementasikan interkoneksi berbasis IP,” jelasnya.

Meskipun penggunaan interkoneksi berbasis IP belum berlangsung di Tanah Air, pelaku industri telekomunikasi telah melakukan perbincangan terkait tren teknologi yang bisa digunakan pada layanannya.

“Dialogi terus dilakukan, makanya ada pokja-pokja (kelompok kerja) yang ngomong masalah, interkoneksi khususnya. Jadi, memang masih dibicarakan, bukannya tidak. Akan lebih susah membayangkan sesuatu yang belum ada,” tandas Yessie di Menara Prima, Jakarta.

Baca juga :
TINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAYANAN, XL ADOPSI MICROSOFT OFFICE 365
PERMUDAH UMAT MUSLIM DI TANAH SUCI, XL SEDIAKAN PAKET HAJI
PERUBAHAN TARIF INTERKONEKSI DITUDING UNTUNGKAN XL-INDOSAT