Technologue.id, Jakarta –┬áBerdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Kementerian Kominfo, tarif baru interkoneksi bakalan diberlakukan pada tanggal 1 September mendatang. Namun, Komisi I DPR RI meminta Menkominfo menimbang kembali keputusan tersebut.

Seperti diungkapkan Meutya Viada Hafidz yang menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang menyarankan kepada Menkominfo Rudiantara supaya berhati-hati ddalam memutuskan penurunan tarif interkoneksi.

Menurut pandangan Meutya, sekarang ini masih ada salah satu pihak operator yang merasa keberatan terkait rencana penerapan keputusan baru itu. Terlebih lagi topik keberatan yang diungkap berkenaan dengan potensi kerugian negara dalam jumlah yang sangat besar.

“Saya sarankan kepada Menkominfo, kalau ada keberatan itu jangan diabaikan. Saat ini kan saya dengar ada keberatan dari Telkomsel. Coba dibicarakan dulu,” ujarnya kepada awak media di sela-sela rapat Komisi I dengan Menkominfo.

Meutya menyampaikan penurunan tarif interkoneksi sebaiknya dikaji kembali terkait operator yang keberatan. Ia meminta persoalan dibahas kembali secara bersama-sama. “Hati-hati juga. Saya inginnya minta operator duduk bareng dulu. Kalau bisa interkoneksi tidak turun tapi berimbas ke masyarakat,” lanjut Meutya.

Evita Nurhanty dari Fraksi PDIP menyampaikan saran serupa. Ia menyatakan Telkom yang telah melakukan investasi besar untuk membangun infrastruktur di daerah pelosok perlu diberikan apresiasi dengan tidak membebaninya dengan kerugian akibat kebijakan baru yang diambil pemerintah.

Komisi I DPR RI telah mengagendakan pertemuan dengan pihak operator telekomunikasi untuk membahas keberatan, permintaan dan masukan-masukan lain terkait kebijakan interkoneksi. “Kita lihat ada jadwal untuk melakukan pertemuan dengan operator tanggal 25 jam 2 siang,” tandas Meutya.

Baca juga :
KOMISI I TUDING MENKOMINFO SALAHI PROSEDUR TENTUKAN TARIF INTERKONEKSI
MENGINTIP INTERKONEKSI TELEKOMUNIKASI MASA DEPAN
PERUBAHAN TARIF INTERKONEKSI DITUDING UNTUNGKAN XL-INDOSAT