Home Headline Menkominfo Sebut Aceh Jadi yang Pertama Matikan TV Analog

Menkominfo Sebut Aceh Jadi yang Pertama Matikan TV Analog

Technologue.id, Jakarta – Proses migrasi TV analog ke digital segera dimulai. Aceh menjadi wilayah pertama di Indonesia yang akan melaksanakannya pada 17 Agustus 2021 mendatang.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate menilai Aceh sudah siap melaksankan penghentian siaran televisi analog atau Analog Switch Off (ASO). Di mana ada 14 wilayah yang akan melaksanakannya.

“Wilayah siaran Aceh siap untuk ASO. Daerah tersebut saat ini sudah memiliki empat multiplexing yang lebih dari cukup untuk mengakomodasi 16 siaran analog,” kata Menkominfo Johnny.

Baca Juga:

Kominfo Perpanjang Tenggat Pendaftaran Platform Digital, Sampai Kapan?


Lebih lanjut dijelaskan, nantinya, setelah siaran analog dihentikan, maka 14 wilayah layanan di Aceh akan dialihkan ke siaran televisi digital, yang mengacu ke standar International Telecommunication Union (ITU).

ASO dilakukan secara bertahap mulai 17 Agustus 2021 di enam wilayah layanan di 15 kabupaten kota. Adapun rincian tenggat waktu masing-masing tahapan, dikutip dari siaran pers Kominfo, Jumat (11/6/2021) adalah sebagai berikut:

  • Tahap I: paling lambat 17 Agustus 2021
  • Tahap II: paling lambat 31 Desember 2021
  • Tahap III: paling lambat 31 Maret 2022
  • Tahap IV: paling lambat 17 Agustus 2022
  • Tahap V: paling lambat 2 November 2022.

Baca Juga:

Menteri Kominfo Tegaskan Jaringan 4G dan 5G Berjalan Simultan


ASO dijadwalkan selesai pada 2 November 2022, setelah itu, hingga 31 Desember 2022 akan diadakan tahapan persiapan multiplexing restaking, yaitu penyesuaian penataan spektrum frekuensi.

Penataan spektrum frekuensi ini digunakan untuk broadcasting atau penyiaran yang nanti akan dialokasikan untuk komunikasi seluler dan dimulai 1 Januari hingga 30 Juni 2023.

“Multiplexing restaking atau penetapan yang pemisahan spektrum frekuensi untuk penyiaran televisi digital dan sisanya 112 Mhz spektrum frekuensi dibutuhkan untuk persiapan telekomunikasi seluler,” pungkas Menkominfo Johhny.