Merasa Difitnah, Bos TikTok Marah-marah ke Facebook

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Kevin Mayer, CEO TikTok menyebut Facebook telah menggunakan patriotisme sebagai cara yang tidak adil untuk menyerang aplikasinya. Lewat blog pribadinya Mayer meminta Facebook bersaing secara adil.

“Kami pikir kompetisi yang adil membuat kita semua lebih baik. Mari kita fokuskan pada kompetisi yang adil dan terbuka dalam melayani konsumen kita, daripada memfitnah untuk untuk mengakhiri kehadiran kami di AS,” ujar Mayer dikutip CNBC Kamis (30/7/2020).

Baca Juga:

Pakar Siber Sebut TikTok Tak Lebih Berbahaya dari Facebook

“Kami menerima ini dan menerima tantangan untuk memberikan ketenangan pikiran lewat transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar,” tambahnya.

Mayer sendiri mempersilahkan Facebook apabila ingin mengembangkan aplikasi tiruan TikTok seperti Reels dan Lasso. Dimana aplikasi ini diluncurkan beberapa tahun lalu. Ia mengatakan hal ini sehat untuk bisnis ketimbang cara lain.

“Untuk mereka yang ingin meluncurkan produk saingan, kami persilakan. Meskipun kami tahu produk tiruan tersebut kalah saing dengan TikTok dan telah mengalami kegagalan total,” katanya dengan nada sindiran.

Baca Juga:

TikTok India Diblokir, Nasib Konten Kreatornya Terancam

Mayer sendiri saat ini memang tengah menjadi sorotan besar bagi regulator AS lantaran keputusannya menjadi CEO TikTok padahal dirinya sendiri merupakan warga negara Paman Sam. Hal ini membuat geram Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan membuatnya berencana memblokir TikTok dari AS.

Upaya pemblokiran TikTok bukan hanya dilakukan oleh AS. India juga bahkan telah memberlakukannya dan para parlemen Jepang saat ini tengah menggarap proposal untuk mewujudkan negara anti TikTok.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories