Home Headline Merger Gojek-Tokopedia, Pengamat: Ini Game Changer di Industri Digital

Merger Gojek-Tokopedia, Pengamat: Ini Game Changer di Industri Digital

Technologue.id, Jakarta – Pengamat Telekomunikasi yang juga Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, mengatakan bahwa aksi merger antara Gojek dan Tokopedia merupakan game changer di industri digital di Indonesia, bahkan termasuk Asia Tenggara karena footprint bisnis juga di kawasan Asia Tenggara.

“Karena game changer, ini bisa jadi inspirasi bagi pemain lain untuk melakukan strategi yang sama,” ujar Heru saat dihubungi Technologue.id, Selasa (18/5/2021).

Baca Juga:
Gojek dan Tokopedia Resmi Merger

Menurutnya, konsolidasi ini memang sebuah kebutuhan organisasi menjawab tantangan bisnis yang kian berat dan menantang, terutama kompetisi dan tantangan pandemi. Namun peleburan dua raksasa perusahaan teknologi memungkinkan terciptanya konglomerasi baru sektor digital.

“Namun, sekali lagi, perlu diwaspadai hadirnya konglomerasi baru sektor digital. Yang akan membuat, sulitnya pemain baru masuk bisnis digital khususnya di transportasi online, pemesanan makanan online, e-commerce maupun sistem pembayaran digital. Termasuk juga penguasaan pasar,” jelasnya.

Seperti diketahui, Gojek sudah menyandang gelar decacorn, sementara Tokopedia menyandang status unicorn dilihat dari status startup. Berdasarkan putaran penggalangan dana Gojek di tahun 2019 dan Tokopedia di awal tahun 2020, total valuasi dari kedua perusahaan tersebut adalah US$18 miliar. Dampak dari kesepakatan ini, status startup Tokopedia pun akan terangkat.

“Unicorn berkurang tapi Tokopedia seolah naik kelas jadi decacorn juga. Apalagi nanti pada saatnya akan IPO tentu akan membuat bisnis digital Indonesia kian semarak,” tandas Heru.

Baca JUga:
Susunan Petinggi GoTo, Perkawinan Gojek – Tokopedia

Gojek dan Tokopedia resmi mengumumkan rencana merger, pada Senin (17/5/2021). Perusahaan baru ini bernama GoTo.

Dalam keterangan resminya, GoTo Group menggabungkan e-niaga, sesuai permintaan, dan layanan keuangan, menciptakan platform pertama di Asia Tenggara yang menampung tiga kasus penggunaan penting ini dalam satu ekosistem.

Kesepakatan didukung oleh investor besar termasuk Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital India, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus.

Pada 2020, total Nilai Transaksi Bruto Grup (GTV) lebih dari US $ 22 miliar pada tahun 2020 dengan lebih dari 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020. Total armada pengemudi terdaftar lebih dari dua juta pada Desember 2020 dan Lebih dari 11 juta mitra pedagang per Desember 2020.