Meski Kalah Pamor, Bisnis Smartphone Nokia Masih Bisa Bertahan

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Beberapa tahun lalu, Nokia sempat berhasil bersaing dengan berbagai merk smartphone Android. Namun belakangan, Nokia perlahan tersingkir oleh produsen gadget asal Tiongkok. Meski begitu, mereka berhasil menunjukkan peningkatan kinerja di tahun penuh 2020.

Mengutip dari GizChina (07/06/21), baru-baru ini HMD Global selaku pemegang merk Nokia merilis laporan keuangan untuk tahun penuh 2020. Dan dari situ, terlihat bahwa penjualan bersih mereka turun sekitar 30 persen dari 1,7 miliar euro pada 2019 menjadi 1,2 miliar euro pada 2020. Sedangkan pada awal 2018, penjualan bersih mencapai puncaknya di angka 2,4 miliar euro.

Baca Juga:
Nokia Belum Mampu Kuasai Pangsa Pasar Smartphone

Setelah HMD Global menempuh berbagai langkah untuk pengurangan kerugian, kerugian operasional untuk tahun 2020 menjadi 47 juta euro. Angka ini menurun jika dibandingkan 295 juta euro pada 2019 dan 188 juta euro pada 2018.

Meski terlihat belum bisa meraih profit, menurut laporan, CEO HMD Global menyatakan bahwa Nokia sejatinya sudah dalam posisi untung sejak Juni 2020 lalu. Profitabilitas tersebut dimungkinkan karena adanya margin yang tinggi dari produk smartphone 4G pada tahun lalu.

Baca Juga:
Latah, Nokia Ikut Jual Smartphone Tanpa Charger

Selain itu, menurut data Counterpoint Research, pengiriman smartphone Nokia mencapai 1,7 juta unit untuk periode Januari hingga Maret 2020. Dari akhir Oktober hingga Desember 2020, pengiriman smartphone Nokia sekitar 2,8 juta unit, meningkat 35 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Sedangkan secara keseluruhan, HMD Global telah mengirimkan total 55 juta unit ponsel pada 2020.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories