Jakarta — Meta mengungkap peran semakin besar kecerdasan buatan (AI), kreator, dan perdagangan berbasis media sosial dalam mendorong pertumbuhan bisnis di Asia Pasifik. Kawasan ini dinilai memiliki karakter pasar yang sangat kuat dalam hal penemuan produk melalui platform sosial.

Vice President Asia Pacific Meta, Ben Joe, mengatakan perilaku konsumen di Asia Pasifik membuat media sosial semakin penting dalam perjalanan belanja. Proses tersebut dimulai dari menemukan produk hingga melakukan transaksi dan berkomunikasi dengan penjual.

“Ini bukan sekadar kumpulan produk. Ini adalah ekosistem yang mendorong konsumen melakukan tindakan setelah menemukan produk,” ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Menurut Meta, sekitar 50 persen konsumen Asia Pasifik menemukan dan membeli produk melalui media sosial. Sementara itu, 80 persen konsumen di kawasan ini menonton livestream setiap pekan, dan kepercayaan terhadap rekomendasi kreator menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.

Joe menjelaskan perkembangan AI kini telah memasuki tahap yang berbeda. Jika sebelumnya perusahaan masih bereksperimen dengan teknologi tersebut, kini banyak bisnis mulai menjadikan AI sebagai bagian dari operasional sehari-hari.

Meta menyebut sekitar 9 juta usaha kecil kini menggunakan salah satu tools kreatif berbasis AI generatif Meta untuk membuat iklan. Adopsi fitur pembuatan gambar berbasis AI juga meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal ini.

Teknologi AI digunakan Meta untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam memprediksi dan menentukan peringkat iklan. Pendekatan tersebut membantu meningkatkan relevansi iklan dan konversi di Facebook serta Instagram.

Secara keseluruhan, pendapatan Meta tumbuh 28 persen secara tahunan. Sekitar 3,6 miliar orang juga menggunakan setidaknya satu aplikasi Meta setiap hari.

Meta Ungkap AI dan Kreator Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis Asia Pasifik

Data studi belanja musim liburan Meta bersama Ipsos menunjukkan 69 persen konsumen Asia Pasifik berbelanja pada momen 12.12. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Black Friday yang mencapai 49 persen.

Sebanyak 50 persen konsumen Asia Pasifik berbelanja online melalui media sosial, dibandingkan 37 persen konsumen global. Konsumen yang menemukan produk melalui platform Meta juga tercatat berbelanja 1,3 kali lebih banyak dibandingkan konsumen lainnya.

Tingkat kepercayaan terhadap ulasan produk dari kreator di Asia Pasifik tercatat 6 poin lebih tinggi dibandingkan kawasan lainnya. Data tersebut memperlihatkan bagaimana kreator semakin berperan dalam menghubungkan brand dengan konsumen.

Meta juga memperluas ekosistem affiliate di Asia Pasifik. Melalui program ini, kreator dapat bekerja sama dengan mitra ritel dan memperoleh komisi dari penjualan produk yang mereka rekomendasikan melalui konten.

Program affiliate telah diperluas bersama Shopee untuk Facebook dan Instagram, Lazada di Asia Tenggara, serta Flipkart dan Myntra di India. Dalam setahun terakhir, lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan program affiliate.

Dalam satu bulan terakhir, kreator memperoleh lebih dari US$24 juta dalam bentuk komisi melalui affiliate posts, termasuk Reels, di Facebook. Meta juga menyediakan fitur product tagging untuk mempermudah kreator menandai produk secara langsung.

Selain AI untuk iklan dan pembuatan konten, Meta mengembangkan Meta Business Agent, agen AI yang dapat digunakan bisnis untuk menangani pertanyaan, tindak lanjut, hingga pesanan pelanggan. Agen tersebut dapat disiapkan dalam hitungan menit dan bekerja 24 jam sehari dengan gaya komunikasi yang dapat disesuaikan.

Di tengah pertumbuhan perdagangan digital, Meta juga menyoroti aspek keamanan dan brand safety. Meta mengklaim telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan sepanjang tahun lalu serta menonaktifkan 10,9 juta akun yang terhubung dengan sindikat penipuan.

Meta turut memperluas program untuk membantu usaha kecil dan menengah memanfaatkan teknologi AI. Program Small Business Growth Academy menyediakan lokakarya, modul pembelajaran, serta pelatihan AI bagi UMKM di 12 negara Asia Pasifik.

Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan ekosistem digital Asia Pasifik. AI membantu bisnis bekerja lebih cepat, kreator menjadi penghubung dengan konsumen, sementara media sosial berkembang menjadi tempat menemukan hingga membeli produk. Inovasi serupa juga terlihat pada pertumbuhan bisnis berbasis inovasi di kawasan ini.