Perusahaan Jerman Ini Siap Modali Skill IT ke Kaum Muda, Caranya?

Program CSR SAP bertujuan untuk membekali, bukan memanjakan

Technologue.id, Jakarta – Biasanya sebuah kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) diisi dengan pembagian sembako, beasiswa ataupun uang tunai. Namun, hal tersebut tidak dilakukan oleh perusahaan software asal Jerman, SAP.

Berlangsung di Jakarta, Selasa (9/5/2017), SAP membeberkan bahwa pihaknya telah menggelar sebuah CSR dalam bentuk pelatihan kepada organisasi muda di negara ASEAN agar mampu beradaptasi di persaingan ekonomi yang berbasiskan teknologi di saat ini. Program mereka diberi nama Social Sabbatical.

“Persaingan ekonomi di saat ini telah memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin. Organisasi muda yang diisi oleh kaum muda yang haus akan pengetahuan menjadi target yang tepat bagi program Social Sabbatical,” tutur Scott Russell, President and Managing Director SAP South East Asia.

Scott Russell, President and Managing Director SAP South East Asia

Guna menyempurnakan program tersebut, SAP memilih 10 karyawan terbaiknya untuk dapat membagika keahlian mereka kepada organisasi muda yang mengikuti Social Sabbatical. Adapun bidang yang dikuasai oleh kesepuluh karyawan tersebut adalah strategi, pemasaran, TI, SDM, keuangan dan konsultasi.

“10 karyawan kami yang turut serta di dalam program ini memiliki tugas untuk membantu organisasi muda dalam menghadapi tantangam di dunia bisnis. Tentu keahlian mereka akan sangat berpengaruh di dalam berjalannya program Social Sabbatical ini,” jelas Scott.

Terdapat 3 inisiatif area yang menjadi fokus SAP di dalam program CSR mereka, yakni pendidika, kesukarelaan, dan kewirausahaan. Ketiga inisiatif tersebut terbentuk dari kesepakatan mereka yang dijalin bersama ASEAN Foundation.

Indonesia rupanya menjadi negara pertama yang ikut ke dalam program ini. Terdapat 4 organisasi muda asal Indonesia yang beruntung dapat mengikutinya, yakni Mien R. Foundation (MRUF), PT Campa Pusaka Nusantara, Prestaso Junior Indonesia, dan Javara Indigenous Indonesia.

Selama waktu dua minggu, mereka tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori dari pihak SAP. Namun, peserta juga dipinjamkan segala  teknologi yang biasanya dimanfaatkan perusahaan besar dalam menjalankan bisnisnya, terutama software besutan SAP.

 

Baca juga:

Perusahaan Software Jerman Ajarkan IT ke 4 Organisasi Muda Indonesia

3 Startup Terbaik Hasil Inkubasi Lintasarta dan ITB Menetas Juga

XL Future Leaders Bimbing Anak LPKA Bandung