Mobil Pintar Uber Sudah Bisa Jalan Jauh, Tapi Ada PR Besar

Self-driving car Uber (source: Uber)

Technologue.id, Jakarta – Seperti yang mungkin telah Anda ketahui, Uber di masa depan tak cuma ingin menjadi perusahaan taksi online. Mereka ingin merambah juga ke sektor self-driving car.

Untuk itu, perusahaan yang dinakhodai oleh Travis Kalanick tersebut sudah menjalankan inisiatif penting: mengujicobakan mobil tanpa awaknya. Kebetulan, Recode (16/03/17) punya data total jarak yang sukses ditempuh mobil pintar Uber per minggunya sedari awal 2017 sampai 8 Maret kemarin.

Secara keseluruhan, jarak yang berhasil dilalui self-driving car Uber sudah lebih jauh ketimbang Januari lalu. Hal ini disebabkan karena Uber menambah unit mobil swakemudinya untuk diujicobakan, kemudian jaraknya dikalkulasikan.

Jarak terjauh yang sudah ditempuh dalam sepekan adalah 22 Februari sampai 1 Maret lalu yang mencapai 22 ribu mil (35.405 km). Sedangkan laporan mingguan terakhir pada 8 Maret 2017 menunjukkan angka 20.300 mil (32.186 km).

Total jarak yang sudah ditempuh mobil pintar Uber per minggunya (source: Recode)

Namun terlepas dari makin jauhnya jarak tempuh mobil pintar Uber, ada masalah yang harus segera mereka bereskan. Mobil-mobil tersebut masih perlu sering-sering dikontrol oleh manusia, sekitar 1,3 km sekali, karena lajunya belum lancar. Dibandingkan self-driving Google yang diurus Waymo, karya Uber masih ‘kurang mandiri’.

Selain itu, mobil swakemudi Uber masih butuh pengawasan ekstra tester-nya. Sebab, mobil tersebut kurang lihai dan masih mudah kecelakaan, terbukti dari naiknya aktivitas ambil alih kemudi oleh manusia dari 115 kali pada 1 Maret menjadi 196 di pekan selanjutnya.

 

Baca juga:

Dukung Grab, Uber, dan Go-Jek, Netizen ‘Demo’

Gara-Gara Eror di Aplikasi Uber, Perselingkuhan Pria Ini Terungkap

Uber dan 5 Perusahaan Ini Mau Bikin Mobil Terbang Lho!