Modus Operandi Ransomware WannaCry Sebenarnya Tidak Baru

Technologue.id, Jakarta – Ransomware WannaCry atau WannaCrypt telah memunculkan huru-hara belakangan. Dari Eropa sampai Indonesia, korban telah berjatuhan. Sebenarnya, bagaimana ransomware ini melumpuhkan korbannya?

Trend Micro telah memantau pergerakan WannaCry pertama kalinya pada bulan April 2017. WannaCry sendiri menginfeksi sistem dengan memanfaatkan CVE-2017- 0144, celah vulnerability di Server Message Block.

Mengutip rilis Trend Micro yang diterima redaksi (16/05/17), yang menjadikan dampak dari WannaCry ini begitu cepat menjalar adalah kemampuannya untuk melakukan propagasi dengan cepat. Kemampuan ini sebenarnya mirip dengan famili ransomware terdahulu, seperti SAMSAM dan HDDCryptor, yang semuanya mampu menginfeksi sistem maupun server yang terkoneksi ke jaringan.

Maka dari itu, ransomware ini juga bisa menginfeksi sistem terkoneksi meski tanpa interaksi dengan pengguna. User yang telah terinfeksi inilah yang amat berpotensi menyebarkan “penyakit” tersebut ke pengguna lain yang berjejaring dengannya.

Untuk menganggulanginya, Security Response Center (MSRC) Team dari Microsoft telah menanggapi isu vulnerability ini dengan menghadirkan patch MS17-010 yang telah dirilis pada bulan Maret 2017 lalu. Namun, karena tak sedikit PC berbasis Windows yang belum dimutakhirkan, makanya WannaCry bisa sefenomenal ini.

 

Baca juga:

Korea Utara Dicurigai Ada Hubungannya dengan Serangan WannaCry

Hadang WannaCrypt, Microsoft Rilis Update untuk Windows XP

Aduh, Serangan Ransomware WannaCry Banyak Terjadi di Negara Ini!

Latest News

Telkomsel Hadirkan Paket Khusus Darurat Gempa Sulbar

Technologue.id, Jakarta - Pasca bencana gempa bumi 6,2 Magnitudo yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat, khusunya Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Telkomsel...

Dear Nakes, Registrasi Vaksin Covid-19 Bisa Dilakukan Via WA

Technologue.id, Jakarta - Guna memudahkan tenaga kesehatan (Nakes) melakukan registrasi Program Vaksinasi Covid-19, pemerintah menyediakan akses pendaftaran berupa kanal Chatbot WhatsApp.

Diblokir Trump, Xiaomi Angkat Suara

Technologue.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memasukan Xiaomi ke daftar hitamnya. Trump beralasan perusahaan asal China itu memiliki hubungan dengan...

Duh, Xiaomi Diblokir Trump

Technologue.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menambahkan perusahaan China ke daftar hitamnya. Kali ini, Xiaomi dan delapan perusahaan lainnya...

Buntut Kontroversi WhatsApp, Aplikasi Signal Raih 50 Juta Unduhan di Play Store

Technologue.id, Jakarta - Kebijakan baru aplikasi perpesanan WhatsApp membuat banyak penggunanya kecewa. Mereka pun akhirnya memilih beralih ke aplikasi lain yang dinilai...

Related Stories

3 Comments

Leave a Reply to Begini Cara Mengantisipasi Ransomware Petya | Technologue Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here