Jakarta, Technologue.id — Monster ikonik dalam film Resident Evil garapan Zach Cregger yang dijuluki "Katamari Monster" ternyata bukan murni hasil animasi komputer. Di balik pergerakan mengerikan makhluk raksasa itu, ada kerja keras sejumlah stuntman yang harus bergerak bersama dalam satu ikatan tubuh.
Pengungkapan ini mencuri perhatian warganet setelah video di balik layar beredar luas di media sosial. Banyak penonton mengira sosok monster tersebut sepenuhnya dibentuk lewat CGI, namun kenyataannya berbeda. Film ini kini tengah tayang di bioskop dan menjadi adaptasi paling sukses dari waralaba horor Capcom tersebut.
Resident Evil dikenal memiliki beragam jenis zombie, tetapi beberapa mutasi dalam versi Cregger tampil sebagai sosok yang benar-benar baru. Monster pemburu utama film itu menjadi topik hangat di kalangan penggemar game. Mereka menjulukinya "Katamari Monster" karena bentuknya yang unik dan mengerikan.
Julukan tersebut muncul karena mutasi monster itu memiliki tentakel yang menarik tubuh terinfeksi lain. Tubuh-tubuh itu lalu digabungkan menjadi gumpalan tangan dan kaki yang berguling di jalanan kota. Cara bergeraknya sangat mirip dengan permainan Katamari, sehingga nama itu pun melekat di komunitas penggemar.
Sebagian besar penonton, termasuk banyak kritikus, menduga monster tersebut sepenuhnya dibuat dengan teknologi CGI. Namun dugaan itu terbantahkan lewat unggahan viral di Instagram. Seorang penampil stunt memperlihatkan proses di balik pergerakan makhluk tersebut secara langsung.
Jakub Hudlicky, seorang performer dari Movement Production di Republik Ceko, mengunggah sejumlah video. Dalam video itu, ia dan beberapa stuntman lain tampak diikat bersama menggunakan vest khusus. Mereka bergerak dari satu sisi soundstage ke sisi lain, meniru cara monster Katamari berjalan.
Hasil akhir monster tersebut memang tetap dimodelkan dan disusun menggunakan grafis komputer. Meski begitu, pergerakannya diambil dari aksi para stuntman yang bekerja keras itu. Hudlicky menjelaskan bahwa rekaman asli mereka tidak masuk ke dalam film versi final.
"Tidak ada di film final, tapi gerakannya kurang lebih meniru bagaimana makhluk CGI itu bergerak," ujar Hudlicky dalam komentarnya, seperti dikutip dari unggahannya. Pernyataan itu menegaskan bahwa peran manusia tetap krusial di balik efek visual modern.
Hudlicky menyebut video tersebut direkam pada Juli 2025. Saat itu, ia dan tim stunt berkumpul untuk mencari tahu bagaimana makhluk itu benar-benar bergerak. Mereka berlatih untuk mengejar karakter Bryan di sekitar Raccoon City dalam adegan film.
Berkat penampilan mereka, monster Katamari berguling seperti sekelompok manusia nyata yang menggunakan tangan dan kaki. Gerakan itu memberikan informasi penting bagi para seniman CGI dan animator. Mereka kemudian mengolahnya menjadi sosok monster yang menakutkan di layar lebar.
Ini bukan pertama kalinya detail di balik film Resident Evil versi Cregger menjadi viral. Sebelumnya, sang sutradara mengaku bahwa ending film bukanlah kesimpulan asli yang ia tulis. Ia menyebut adegan akhir itu sebagai "rencana cadangan" yang direkam untuk menjaga ketegangan hingga akhir.
"Seperti, 'selamatkan dia, selamatkan dia.' Padahal sebelumnya hanya seperti 'bunuh mereka semua'," jelas Cregger. Pengakuan itu menambah daya tarik film di mata penggemar yang penasaran dengan proses kreatifnya.
Resident Evil sendiri menuai kesuksesan besar dengan ulasan yang mayoritas positif. Film ini menjadi adaptasi paling sukses dari waralaba game horor andalan Capcom sepanjang sejarah. Pencapaian itu memperkuat posisi Cregger sebagai sutradara yang diperhitungkan.
Tom Jorgensen dari IGN memberi film ini nilai delapan dari sepuluh. Ia memuji karya tersebut sebagai kisah survival horror yang sederhana dan mendebarkan. Menurutnya, film ini sangat diuntungkan oleh sensibilitas khas Zach Cregger sebagai sutradara.
Kesuksesan film ini juga sejalan dengan geliat waralaba Resident Evil di industri game dan adaptasi. Capcom sebelumnya memastikan pengembang tengah mengerjakan game Resident Evil baru untuk para penggemar. Selain itu, seri Resident Evil: Veronica resmi masuk dapur remake.
Di sisi lain, waralaba ini juga merambah perangkat mobile lewat kehadiran Resident Evil Village di iPhone 15 Pro. Langkah itu menunjukkan ambisi Capcom memperluas jangkauan seri ikoniknya ke berbagai platform. Dengan begitu, penggemar baru maupun lama punya lebih banyak cara menikmati dunia Resident Evil.
[CONCLUSION] Dengan pengungkapan di balik layar ini, penonton kini tahu bahwa monster Katamari bukan sekadar hasil CGI. Kerja keras para stuntman menjadi fondasi penting bagi pergerakan makhluk tersebut. Kisah ini menambah lapisan menarik pada kesuksesan film Resident Evil garapan Zach Cregger.