Technologue.id, Jakarta – Motorola tidak mau ketinggalan dalam tren layar lipat atau foldable. Vendor ponsel asal Amerika itu menyematkan inovasi layar lipatnya lewat ponsel legendaris Razr yang pertama kali dirilis 2004 lalu.

Motorola Razr 2019 ini resmi diumumkan di Los Angeles pada awal November lalu. Motorola Razr 2019 ini dibandrol dengan harga US$1.500 atau jika dikonversikan ke Rupiah, maka angkanya mencapai Rp21 juta.

Baca Juga:
Diam-diam, Motorola Garap Ponsel dengan Kamera Pop Up?

Namun dengan harga yang cukup fantastis, Razr 2019 tidak dilengkapi dengan prosesor kelas high-end. Untuk mendukung perfoemanya, Ponsel lipat ini menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 710, serta RAM sebesar 6GB dan ROM sebesar 128 GB tanpa slot micro SD.

Dari segi tampilan, Motorola Razr ini mempunyai dua layar. Layar utama menggunakan panel pOLED berukuran 6,2 inch dengan resolusi 2142 x 876 dan aspek rasio 21:9 digunakan ketika ponsel dalam keadaan terbuka. Sementara layar kedua menggunakan panel gOLED berukuran 2,7 inch dengan resolusi 600 x 800 dan aspek rasio 4:3 digunakan saat ponsel tertutup sebagai Quick View untuk melihat notifikasi dan informasi lainnya.

Baca Juga:
Motorola One Vision Gunakan Chipset Exynos Samsung

Mengusung konsep foldable atau layar lipat, Motorola Razr 2019 ini memiliki banyak perbedaan dengan pesaingnya yang mengusung konsep yang sama. Jika dibandingkan dengan Galaxy Fold dan Mate X, Razr 2019 merupakan ponsel berukuran kecil dengan mekanisme engsel yang berbeda.

Dari segi kamera, Motorola Razr ini dilengkapi dengan 16 MP kamera belakang dan 5MP untuk kamera depan yang biasa digunakan untuk berselfie.

Menggunakan sistem operasi Android 9 Pie, Motorola Razr juga dilengkapi dengan eSim, USB-C, Bluetooth 5.0 dan NFC dan baterai berkapasitas 2.510 mAh yang dilengkapi dengan pengisian 15W.

Ponsel nostalgia ini mulai dijual di Amerika Serikat pada 26 Desember, akan tersedia di Eropa, Kanada, Amerika Selatan, Asia dan Australia.