Ditinggalkan Apple, Qualcomm Balas Dendam

Qualcomm usulkan larangan impor iPhone ke Amerika (source: GSM Arena)

Technologue.id, Jakarta – Perlahan-lahan, Apple terlihat mulai meninggalkan salah satu penyuplai komponen perangkatnya, Qualcomm. Gelagat Apple itu pun disadari oleh Qualcomm, yang membalasnya dengan mengusulkan larangan terhadap impor perangkat iPhone dari Asia ke Amerika Serikat kepada Komisi Perdagangan Internasional.

Dikutip dari GSM Arena (5/5/2017), langkah Qualcomm ini banyak digambarkan sebagai bentuk sakit hati dirinya, karena Apple mulai menggunakan layanan penyuplai lain, seperti Intel. Bahkan, perusahaan chipset tersebut menilai bahwa Apple telah merendahkan produk mereka.

Seperti yang diketahui bersama, Apple masih menggunakan Qualcomm sebagai satu-satunya pemasok komponen modem semua perangkat ponselnya, hingga seri iPhone 7. Namun, rupanya Apple mulai mengkolaborasikan hardware Qualcomm tersebut dengan hardware ciptaan Intel, yang sontak memicu keributan ini.

Pun demikian, tidak semua pihak melihat Qualcomm sebagai pihak yang bersalah. Komisi Perdagangan Bebas melihat tindakan perusahaan yang berbasis di San Diego tersebut sebagai bentuk pemerasan terhadap produsen smartphone, yang ingin menggunakan komponen perusahaan lain, seperti yang dilakukan oleh Apple.

Tidak hanya Komisi Perdagangan Bebas, banyak pihak lain yang juga menilai bahwa Qualcomm berniat melakukan monopoli bisnis, yang langkah awalnya ditujukan kepada Apple. Dengan begitu, pukulan keras dari Qualcomm kepada Apple ini malah bisa menjadi senjata makan tuan.

Terlepas dari penilaian terhadap Qualcomm tersebut, jika benar Komisi Perdagangan Internasional melanjutkan laporan ini, maka waktu peluncuran iPhone terbaru bisa terkena dampaknya.

 

Baca juga:

Qualcomm: Apple Mau Enaknya Saja

Apple Gugat Qualcomm Rp 13 Triliun, Apa Alasannya?

Ini Dia Keunggulan Fitur Qualcomm Quick Charge 4.0

loading...