Mulai Sekarang, Jangan Gunakan Browser Safari

Logo Browser Safari (Sumber: Nextpowerup.com)
Logo Browser Safari (Sumber: Nextpowerup.com)

Technologue.id, Jakarta – Produk buatan Apple selama ini dikenal memiliki tingkat keamanan yang tinggi, bahkan iPhone yang terenkripsi pun sangat sulit untuk membobolnya. Namun browser Safari adalah pengecualian.

Mengutip dari NextPowerUp (22/09/17), Project Zero besutan Google baru saja menemukan kalau browser Safari buatan Apple memiliki celah kemanan yang paling rentan jika dibandingkan dengan berbagai browser yang paling sering digunakan oleh masyarakat luas.

“Dari eksperimen yang kami lakukan, Safari adalah browser yang paling banyak memiliki bug. Oleh karenanya, penggunanya pun lebih mudah disusupi penyerang ketimbang browser lainnya”, kata salah seorang anggota Project Zero, Ivan Fratric.

Untuk melakukan pengujian tersebut, Project Zero menggunakan software yang bisa berjalan secara otomatis bernama Domato. Pada browser Chrome, mereka menemukan 2 celah keamanan, 4 pada Internet Explorer dan Firefox, 6 pada Microsoft Edge, dan 17 pada Safari.

“Membandingkan Safari dengan Chrome adalah sesuatu yang menarik. Pasalnya, selama bertahun-tahun keduanya sama-sama menggunakan DOM engine (WebKit). Namun nampaknya Chrome mampu menutup celah kemanan dengan lebih baik”, lanjutnya.

Terlepas dari hasil yang dikemukakan ke publik, belum bisa dipastikan apakah pengujian yang dilakukan tersebut dengan objektif mengingat Project Zero adalah salah satu organisasi yang dikelola oleh Google selaku pembuat browser Chrome.