Technologue.id, Jakarta – Rencana Netflix menggaet pasar Indonesia belum surut meski awal hadir mendapat sandungan dari Telkom Group.

Telkom memblokir Netflix dengan alasan tidak memiliki izin atau tidak sesuai aturan di Indonesia dan banyak memuat konten yang tidak diperbolehkan di negeri ini. BUMN itu memutuskan semua saluran pelanggannya termasuk Indihome, WiFi.id, dan Telkomsel.

Padahal, banyak pihak menduga, kehadiran Netflix tentu bakal menyaingi layanan streaming video serupa milik Telkom seperti Hooq dan MAXStream. Telkom cemas layanan besutannya bakal kalah pamor mengingat kala itu belum memproduksi konten original, dan hanya menayangkan film-film bioskop saja.

Baca Juga:
Kominfo Terima Banyak Aduan Soal Pornografi di 2019

Perlu diketahui, saat ini pemerintah belum melarang aktivitas Netflix di Tanah Air. Namun, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, langkah Telkom memblokir Netflix pun dinilai tidak menyalahi aturan. Hingga memasuki tahun keempat, perseteruan antara Netflix dengan Telkom belum kunjung mereda, tanpa ada mediasi dari pihak pemerintah.

Alih-alih memberi solusi yang memuaskan semua pihak, pernyataan Menkominfo Johnny G. Plate justru memantik kebijakan yang bisa melemahkan daya saing film Indonesia. Johnny menghimbau agar Netflix di Indonesia menggunakan hasil kreativitas di dalam negeri. Ia bahkan meminta tayangan original Netflix untuk sementara tidak ditayangkan di Indonesia.

“Kalau bisa gunakan dulu hasil kreativitas anak Indonesia sendiri dulu. Tolong gunakan juga hasil dari kreativitas di dalam negeri untuk mencipakan kreativitas dalam negeri dan menggunakan nilai-nilai dalam negeri serta mendorong pasar (film) dalam negeri,” jelasnya.

Menurut pendapat netizen, aturan ini malah akan membuat film lokal tidak berkompetisi dengan sehat di kancah global. Apalagi, sejatinya Netflix sudah menayangkan konten film besutan Indonesia sejak tahun 2018.

Baca Juga:
Mendikbud Nadiem Undang Netflix, Mau Apa?

Belum mendapat sambutan hangat dari Telkom dan Kemenkominfo, akhirnya baru-baru ini Netflix merapat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk membantu mendistribusikan film Indonesia.

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mengatakan dengan menggaet Netflix, maka dapat meningkatkan kapasitas hingga talenta sineas Indonesia. Dengan kerja sama ini, Nadiem mengatakan nantinya Netflix akan mengadakan pelatihan untuk 15 scripwriter terpilih yang akan dikirim ke Hollywood.

“Kami apresiasi Netflix yang memberikan dukungan terhadap pertumbuhan perfilman Indonesia. Kemitraan ini kita lakukan sebagai upaya mendukung dan menginternasionalkan produksi film anak bangsa,” kata Nadiem, di Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Insan film Indonesia akan mendapat tambahan pengetahuan melalui workshop yang diberikan oleh ahli dan mitra Netflix, seperti bagaimana mengembangkan cerita, penulisan skenario, dan pelatihan di Jakarta. Dari hasil dari workshop ini, nantinya peserta akan mengirimkan konsep cerita pendek, dan pemenangnya akan mendapat dana untuk memproduksi film. Mereka menyiapkan investasi sebesar US$1 juta atau setara Rp 14 miliar untuk menumbuhkan perfilman Indonesia.