Technologue.id, Jakarta – Aplikasi kencan online untuk kaum Gay di China, Blued, terpaksa menutup pendaftaran pengguna baru selama satu minggu.

Langkah itu ditempuh menyusul berbagai laporan media bahwa beberapa pengguna Blued yang masih di bawah umur terinfeksi virus HIV setelah berkencan dengan pasangan yang ditemui melalui aplikasi jejaring terbesar di dunia untuk komunitas LGBT, mengutip dari Reuters (6/1/2019).

Blued berjanji akan membekukan pendaftaran pengguna baru selama seminggu sambil melakukan penyelidikan internal.

Perkembangan komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender atau LGBT marak di China, meski kata para aktivis, perilaku konservatif dari beberapa kelompok kadang kala memicu tindakan penertiban dari pemerintah.

Baca Juga:
Serukan Toleransi, Go-Jek Dukung LGBT?

- Advertisement -

Mengacu pada riset akademik yang dilaporkan oleh majalah finansial Caixin, diketahui bahwa aplikasi kencan gay sangat popular di kalangan remaja China. Bahkan mereka sering menggelar siaran live streaming.

Laporan itu menambahkan banyak remaja gay yang melakukan seks tidak aman dengan pasangan yang ditemui melalui aplikasi tersebut dan terinfeksi HIV. Virus HIV menyebabkan AIDS, penyakit penurunan kekebalan tubuh.

Seorang peneliti menuduh aplikasi kencan Blued tidak secara memadai menegakkan larangan pengguna di bawah umur, sehingga para remaja berisiko mengalami eksploitasi online. Blued dituding gagal menutup akun pengguna berusia 12 tahun setelah diketahui bahwa Ia masih di bawah umur.

Menanggapi laporan tersebut, Blued berjanji meluncurkan “audit konten menyeluruh dan regulasi.” Blued juga akan menindak para pengguna remaja yang mengaku sebagai orang dewasa, serta menertibkan tulisan-tulisan, foto-foto, dan grup-grup yang melibatkan anak di bawah umur.

Baca Juga:
Apple, Google, dan Puluhan Perusahaan Teknologi Dukung Transgender di AS

“Blued selalu melarang para remaja muda untuk masuk dan menggunakan aplikasi,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan dari akun terverifikasi di Weibo, aplikasi Twitter versi China.

Perusahaan itu menambahkan pihaknya sudah mengoperasikan kecerdasan buatan untuk menghapus konten-konten pornografi sejak tahun lalu dan berjanji akan terus mendukung upaya pencegahan AIDS.

Blued, yang diluncurkan pada 2010 dan mengaku memiliki 40 juta pengguna terdaftar, didukung oleh media milik pemerintah, Beijing News. Aplikasi itu digarap oleh mantan polisi yang berhenti dari pekerjaan untuk mempertemukan jutaan pria gay di China.