Technologue.id, Jakarta – Developer Pokémon Go, Niantic, berbesar hati atas kesalahan yang mungkin tidak sengaja mereka perbuat. Dalam blog resminya, CEO Niantic, John Hanke, menyatakan timnya terus mengupayakan untuk mengembalikan beberapa akun yang disangka berbuat curang atau melanggar Term of Service game berbasis AR tersebut.

Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, Niantic belakangan rajin memerangi akun yang dicurigai menggunakan cara tak wajar untuk bermain Pokémon Go, mulai dari memakai aplikasi mapping third-party hingga bot. Mereka pun dengan tegas menghukum trainer nakal itu dengan larangan bermain seumur hidup. Akan tetapi, mereka mempersilakan gamer yang merasa tidak berbuat salah untuk banding atas hukuman yang mereka terima sembari menyelidiki apakah trainer tersebut layak dihukum.

Dalam tulisan yang diunggah Senin (29/8/16) waktu setempat itu, Hanke sekalian mengungkap alasan mengapa Niantic tega memberikan penalti seberat itu.

“Banyak player mungkin tidak menyadari kalau beberapa aplikasi peta pendukung tak sekadar menunjukkan di mana saja Pokémon terdekat. Tiap aplikasi end-user itu dapat dimanfaatkan oleh kreatornya sebagai alat untuk mengumpulkan dan mem-forward data milik player dengan atau tanpa disadari. Efek aplikasi semacam ini sama saja dengan serangan DDoS pada server kami.”

- Advertisement -

DDoS sendiri adalah teknik yang cukup umum dipakai penjahat cyber untuk membuat suatu platform kewalahan. Caranya bisa dengan memberikan traffic yang melebihi kapasitas server, sampai-sampai game atau situs tertentu menjadi down.

 

Baca juga:

DEMAM POKÉMON GO TELAH LEWAT, SUDAHKAH ANDA BOSAN JUGA?

PENGGUNA ASUS ZENFONE MAU MAIN POKEMON GO? BEGINI CARANYA

YUK CARI TAHU DI MANA POKÉMON LANGKA BERSEMBUNYI!