Technologue.id, Jakarta – Logistik merupakan salah satu sisi yang amat penting untuk dipersiapkan di Harbolnas 12.12. Untuk menghadapi lonjakan pengiriman yang akan terjadi di Harbolnas, layanan jasa pengiriman Ninja Xpress bakal mengerahkan seluruh warehouse dan armada kurir untuk mengcover operasional.

Eric Saputra, Country Head Ninja Xpress mengatakan bahwa periode Harbolnas merupakan salah satu periode tersibuk setiap tahun dimana secara rata-rata volume pengiriman bisa mencapai hingga tiga kali lipat. Kondisi ini membuat pembeli berharap agar pengiriman barang tidak mengalami keterlambatan.

Baca Juga:
Ninja Xpress Masuk Top 3 Perusahaan Layanan Pengiriman

Oleh sebab itu, startup yang bergerak di bidang kurir asal Singapura ini menambah intensitas pengiriman barang sepanjang perayaan belanja online akhir tahun.

“Kisaran peak (season) 3 kali lipat dari reguler atau normal volume. Kita prepare segitulah,” kata saat temu media, di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Bercermin dari gelaran belanja online 11 September (atau dikenal 11.11) lalu, mereka sukses menangani pesanan sehingga pengiriman barang sampai tepat waktu. Pencapaian ini menjadi modal bekerja mereka kala menghadapi situasi yang sama menjelang akhir tahun.

“Di dunia marketplace Harbolnas biasanya dimulai dengan 11.11 sebagai pemanasan. 11.11 kemarin perfect banget buat kita, tidak ada masalah. We are ready dan mungkin karena fasilitas yang kami punya juga jauh lebih siap dari sebelumnya. Jadi tidak ada hambatan sama sekali. Saya yakin 12.12 sih harusnya baik-baik saja,” cetusnya.

Baca Juga:
Gaet JNE, GoPay Perluas Transaksi Cashless ke Bisnis Logistik

Agar rantai pengiriman berjalan mulus, Ninja Xpress akan mengoptimalkan hampir 400 operational station di seluruh Indonesia. Mereka juga telah memiliki ribuan kurir yang telah beroperasi sejak empat tahun lalu. Total paket yang sudah berhasil terkirim mencapai 50 juta buah.

Untuk sistem pembayarannya, Ninja Express masih menyediakan COD (cash on delivery). Menurut Eric sistem ini dipilih karena di Indonesia, khususnya di luar Jakarta, masih banyak masyarakat yang menggunakan pembayaran tunai untuk belanja online.