Notebook Premium Acer Kini Hanya Pakai USB Type-C, Kenapa?

Technologue.id, Jakarta – Pada bulan Desember tahun lalu Acer meluncurkan beberapa seri notebook terbarunya. Ada dua buah notebook ultra tipis dari seri Swift dan Spin yang hadir sekaligus dalam rangka menyambut tahun baru 2017 tersebut. Acer Swift 7 dan Spin 7 pun kala itu diperkenalkan sebagai jajaran notebook dengan beragam inovasi terkini.

Adapun salah satu keunggulan yang dibawa keduanya adalah sisi ketipisan desain. Ya, berdasarkan survei internal Acer pada 31 Agustus 2016 terhadap competitor di seluruh dunia untuk pengapalan lebih dari 1 juta unit notebook 2-in-1 dan notebook dengan desain clamshell, jika Swift 7 hingga saat ini masih diklaim menjadi notebook pertama di dunia dengan ketipisan kurang dari 1 cm. Sementara Spin 7 sebagai notebook convertible tertipis pertama di dunia dalam survei yang sama.

“Acer seri Swift 7 dan Spin 7 memiliki bodi tertipis khususnya dikalangan notebook di segmen premium. Untuk itu, Acer hadirkan keduanya dalam balutan desain mewah dan mutakhir bagi konsumen,” ujar Suryadi Hiumanbrata, Product Manager Commercial Acer Indonesia, Rabu (18/1/2017) ketika ditemui di salah satu Hotel di Jakarta Pusat.

Usut punya usut, kenyataannya Acer harus mengorbankan beberapa fitur standar lama untuk dapat mewujudkan sebuah notebook dengan dimensi sangat tipis. Dua diantaranya ialah penggunaan USB Type-C dan ditiadakannya Optical Disk Drive (ODD) pada seluruh bodi notebook Acer anyar ini.

Acer Spin 7 closer look
Acer Swift 7 closer look

Sewaktu Technologue.id mengamati lebih detil terhadap notebook super tipis ini, masing-masing dibekali sepasang port USB 3.1 Type-C. Sehingga kini tak ada lagi port yang biasa hadir di berbagai notebook lainya, seperti USB 3.0 maupun SD Card reader.

“Bentuk peralihan tersebut mirip ketika konsumen sempat merasakan adanya proses peralihan dari USB ke Micro USB. Keputusan kenapa Acer menyematkan dua port USB Type-C pada desain unibodi notebook terbaru kami karena didasari keinginan agar menyugukan desain tidak tebal yang disertai teknologi tercanggih kepada konsumen. Selain itu, kami memakai USB Type-C karena lebih multifungsi,” ungkap Dimas Setyo, Presales Manager Product Department, Acer Indonesia di tempat yang sama.

Meski begitu, tentunya teknologi tercanggih ini nantinya bakal menemui kendala, seperti masih tergolong awam bagi konsumen dan lainnya. Namun Dimas optimis bahwa port ganda USB 3.1 Tipe-C yang diusung Acer pada seri Swift 7 dan Spin 7 tertipisnya dapat memiliki fungsi lebih banyak dibandingkan USB port versi sebelumnya. Sebut saja diantaranya, adalah untuk transfer data dan mengisi baterai notebook lebih cepat, juga bisa mengoneksikan notebook ke layar eksternal.

“Kalau dulu port USB 3.0 hanya untuk menyambungkan perangkat ke smartphone dan lain-lain, tapi sekarang dengan salah satu USB Type-C port yang ada bisa menyambungkan ke dua layar monitor sekaligus ketika kita ingin bekerja lebih senang dengan menggunakan dua layar sekaligus,” jelasnya berusaha meyakinkan.

Nah, untuk bisa lebih meyakinkan si konsumen premiumnya, ia lantas berujar kalau nantinya pengguna merasa asing bagaimana menggunakan port USB Type-C ini. Dalam paket penjualannya turut menyediakan bonus dua buah adapter converter USB Type-C. Adapun satu merupakan sambungan untuk dari USB type-C ke usb 3.0 dan satu lagi dari USB Type-C ke HDMI untuk keperluan grafis.

“Lalu, ke soal kenapa Acer juga sudah tak lagi menyematkan ODD pada bodi notebook Swift 7 dan Spin 7 karena kami melihat sekarang ini tak lagi besar kebutuhannya. Sebagai contoh, ketika orang mau menonton DVD kini sebagai alternatif mereka sudah bisa menggunakan flash disk, ditambah hadirnya teknologi penyimpanan di awan yang kian memudahkan pengguna,” tutup Dimas.

BACA JUGA:

Acer Rilis Duo Notebook Tertipis di Dunia, Incar Kalangan Premium

Laptop Acer Predator 21 X Bikin Gamer Susah Tidur!

Butuh Laptop Gaming Murah? Coba Acer Aspire VX 15!