Ombudsman Sebut Ada Operator “Bermain” di Program Kuota Gratis

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Anggota Ombudsman RI, Alvin Lie menyebut ada praktik tidak etis dalam program subsidi kuota gratis. Dikatakan bahwa praktek itu dilakukan oleh dua operator seluler.


Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Selasa (8/9/2020), Alvin mengungkap dua operator tersebut adalah XL dan Smartfren. Kedunya mengiming-imingi hadiah kepada sekolah jika para peserta didik menggunakan layanannya.

Baca Juga:

Hadirkam WiFi Gratis di 150.000 Titik, Kominfo: Satelit Satria Berkapasitas Monster


“Ada brosur dari dua operator yang memberikan insentif. Mereka menggunakan kata apresiasi kepada kepala sekolah untuk pembelian kartu perdana yang terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang diaktifasi,” ujarnya.


Lebih lanjut, Alvin menyebut akan melaporkan temuannya kepada Mendikbud Nadiem Makrim dan juga Menkominfo Johny G Plate agar dilakukan investigasi lebih lanjut serta memberikan kepada dua operator nakal.

Baca Juga:

DPR Sebut Subsidi Kuota Internet Harus Perhatikan Daerah Terluar


“Supaya mereka memberhentikan praktek-praktek bisnis yang tidak etis ini dan jika ternyata kalau mereka tidak kooperatif agar dipertimbangkan dua operator ini untuk tidak ikut dalam program kuota internet untuk pelajar,” tambahnya.


Untuk diketahui, pemerintah sendiri saat ini telah menganggarkan dana sekitar Rp 9 triliun untuk menyokong kegiatan belajar jarak jauh. Jumlah tersebut terdiri dari Rp 7,2 triliun untuk subsidi kuota internet selama empat bulan, terhitung mulai September hingga Desember 2020 dan Rp 1,7 triliun untuk tunjangan tenaga pendidik.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories