Technologue.id, Jakarta – OnePlus diam-diam memperkenalkan smartphone baru bernama OnePlus Turbo 6Vs di pasar Tiongkok. Perangkat ini membawa spesifikasi yang nyaris identik dengan OnePlus Turbo 6V yang lebih dulu meluncur pada Januari 2026. Alih-alih menawarkan peningkatan performa besar, OnePlus menghadirkan varian baru dengan pilihan warna berbeda dan konfigurasi memori yang lebih terbatas. Turbo 6Vs hanya tersedia dalam satu pilihan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB. Ponsel tersebut tercantum di toko resmi OnePlus Tiongkok dengan harga 3.699 yuan (sekitar Rp10 jutaan) sebelum pajak dan biaya distribusi.
Daya tarik utamanya tetap berada pada kombinasi baterai besar dan layar dengan penyegaran tinggi. OnePlus Turbo 6Vs mengusung baterai 9.000mAh yang mendukung pengisian cepat kabel 80W. Perangkat ini juga mendukung pengisian daya balik melalui kabel hingga 27W serta bypass charging, fitur yang memungkinkan daya dari pengisi daya langsung digunakan ketika ponsel menjalankan aktivitas tertentu. Di bagian depan, tersedia panel AMOLED datar berukuran 6,78 inci dengan resolusi 2.772 x 1.272 piksel. Layarnya mendukung refresh rate adaptif hingga 144Hz, kecerahan normal 800 nits, dan kecerahan puncak yang diklaim mencapai 1.800 nits.
Baca Juga: Spesifikasi Huawei Pura 90 Plus Terungkap, Chipset dan Layar Jadi Andalan

Untuk sektor performa, OnePlus mempercayakan perangkat ini kepada chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 dengan fabrikasi 4nm. Prosesor tersebut dipadukan GPU Adreno 810, RAM LPDDR4X 12GB, serta penyimpanan UFS 3.1 berkapasitas 256GB. Kombinasi ini menyasar pengguna yang membutuhkan performa untuk aktivitas harian, hiburan, dan permainan, tanpa harus masuk ke kelas ponsel dengan chipset kelas atas. Turbo 6Vs menjalankan ColorOS 16 berbasis Android 16. OnePlus juga menyematkan fitur sidik jari optik di bawah layar, NFC, infrared blaster, speaker stereo, serta motor getaran sumbu X.
Sektor fotografi mengandalkan konfigurasi dua kamera belakang. Kamera utamanya memiliki resolusi 50MP dan dilengkapi optical image stabilization (OIS) untuk membantu mengurangi guncangan saat mengambil foto maupun merekam video. Kamera kedua menggunakan sensor monokrom 2MP, sedangkan kamera depan beresolusi 16MP untuk swafoto dan panggilan video. Dari sisi ketahanan, perangkat ini memiliki sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K sebagaimana tercantum dalam informasi spesifikasinya. Bodinya memiliki ketebalan sekitar 8,5 milimeter dengan bobot 215 gram. Namun, OnePlus belum merinci material rangka dan panel belakang yang digunakan.
Baca Juga: POCO X8s Gebrak Pasar Global, Bawa Kamera 50 MP dan Baterai Jumbo
Perbedaan Turbo 6Vs dengan Turbo 6V terutama terlihat pada pilihan warna dan konfigurasi penjualan. Model baru ini tersedia dalam warna Nova White dan Orange Heart, termasuk sentuhan akhir bertekstur pada varian oranye. Sementara itu, Turbo 6V sebelumnya ditawarkan dalam pilihan Fearless Blue, Nova White, dan Lone Wolf Black. Model lama juga memiliki beberapa konfigurasi, yakni RAM 8GB dengan penyimpanan 256GB, RAM 12GB dengan 256GB, serta RAM 12GB dengan 512GB. Dengan demikian, Turbo 6Vs bukan peningkatan generasi yang membawa perubahan besar pada komponen utama.

Harga menjadi hal yang patut dicermati karena Turbo 6Vs dibanderol 3.699 yuan untuk konfigurasi 12GB/256GB. Angka tersebut setara sekitar Rp10 jutaan berdasarkan perkiraan konversi, tetapi bukan harga resmi Indonesia. Sebagai pembanding, Turbo 6V sebelumnya dipasarkan di Tiongkok dengan harga awal lebih rendah, sehingga konsumen perlu mempertimbangkan selisih harga dan spesifikasi yang hampir sama. Toko resmi OnePlus Tiongkok sempat mencantumkan Turbo 6Vs dalam kondisi habis terjual. Belum ada informasi pasti mengenai jadwal ketersediaan stok berikutnya.
Untuk saat ini, OnePlus Turbo 6Vs baru tercatat hadir di Tiongkok dan belum memiliki kepastian peluncuran global maupun Indonesia. OnePlus juga belum mengumumkan harga resmi untuk pasar lain. Kehadiran model ini memperlihatkan strategi penyegaran produk melalui nama, warna, dan konfigurasi penjualan tanpa mengubah fondasi perangkat keras secara signifikan. Bagi pasar Indonesia, baterai 9.000mAh, pengisian 80W, serta layar 144Hz bisa menjadi daya tarik jika perangkat ini kelak masuk secara resmi. Namun, keputusan pembelian tetap perlu mempertimbangkan harga, dukungan jaringan, layanan purnajual, dan kepastian garansi lokal.