Technologue.id, Jakarta – Steve Jobs masih lekat sebagai ikon Apple, bahkan sejak ia mengundurkan diri dari posisi CEO pada Agustus 2011 dan meninggal dunia dua bulan berselang. Karakter dan inovasi Jobs hingga enam tahun kepergiannya belum luntur.

Namun, ini bukan berarti suksesornya, Tim Cook, tidak bisa apa-apa. Sejak menduduki kursi CEO, Cook telah membimbing Apple menjadi perusahaan dengan keuntungan dan value yang luar biasa. Di kuartal keempat kemarin bahkan penjualan iPhone mencapai titik tertingginya dalam sejarah.

Kendati demikian, Neil Cybart memandang bahwa Tim Cook bukanlah pengganti Steve Jobs yang sebenarnya. Memang, dari segi jabatan keduanya sama, tetapi ada orang di balik Cook yang disebut Cybart sebagai Steve Jobs baru Apple, yaitu Jony Ive.

“Saya rasa, masyarakat salah menilai Tim Cook… Ketika kebanyakan orang memikirkan Apple, mereka memosisikan Tim Cook di tengah… di posisi Steve Jobs. Menurut saya itu salah besar… Jony Ive-lah yang sekarang menjalankan peranan Steve Jobs dulu,” begitu argumen Cybart, eks analis Wall Street yang sekarang fokus menjadi analis Apple.

Dikutip dari BusinessInsider (07/02/17), Cybart menerangkan teorinya lebih lanjut kalau di Apple Ive bisa melakukan apa pun dan kapan pun ia mau. Ia meyakini Apple Watch, karya terpenting raksasa Cupertino itu setelah Jobs meninggal, dikembangkan sepenuhnya oleh Jony Ive.

Intinya, Ive diduga berperan sebagai inisiator semua produk Apple, bukan Cook.

Walau begitu, Apple tahun lalu tampaknya ingin sedikit mengurangi keterlibatan Ive. Hal tersebut terlihat dari abstainnya Ive di panggung Apple Event untuk mempresentasikan iPhone SE. Padahal sebelumnya, ia kebagian untuk menjelaskan produk berlogo apel tergigit itu.

 

Baca juga:

Apple, Google, dan Gengnya vs Donald Trump, Siapa yang Akan Menang?

Pecahkan Rekor Penjualan, Apple Perkasa Lagi

Tim Cook: Apple Ada Karena Para Imigran