Technologue.id, Jakarta – Platform pembayaran digital, OVO, ikut berpartisipasi dalam mendukung Bank Indonesia untuk mempercepat penetrasi ekonomi digital di kalangan UMKM, dengan turut ambil bagian dalam acara Fintech Festival Bank Indonesia (FIFESBI) yang digelar pada 9-10 November 2019 lalu, di Cirebon Super Block Mall.

Pada kesempatan ini, OVO hadir dengan memberikan edukasi dan sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta meningkatkan pemahaman masyarakat maupun UMKM dalam menghadapi ekonomi digital sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

President Director OVO, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan “OVO berkomitmen penuh dalam mendukung misi pemerintah untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang inklusif. Kami bangga kembali dipercaya untuk turut serta dalam inisiatif Bank Indonesia untuk memperdalam adopsi transaksi non tunai, khususnya dengan penggunaan QRIS, yang nantinya akan digunakan secara menyeluruh pada tanggal 1 Januari 2020″.

Sebagai perusahaan dengan strategi ekosistem terbuka, OVO menyambut program QRIS sebagai terobosan baru untuk membawa ekosistem keuangan digital Indonesia yang holistik, yang dapat mendorong akselerasi industri kecil menengah untuk lebih maju di masa yang akan datang. Kemajuan ini diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap ekonomi secara menyeluruh dan mendorong tingkat inklusi keuangan serta akses keuangan yang merata guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Karaniya juga menambahkan bahwa Cirebon memiliki potensi daerah yang kaya akan keragaman budaya, kesenian, pariwisata, industri kerajinan, serta kuliner. Melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ini, OVO berharap dapat memberdayakan lebih banyak UMKM di wilayah Cirebon.

FIFESBI ini tidak hanya dihadiri oleh para pelaku industri UMKM dan startup lokal, tetapi juga oleh masyarakat umum yang berperan penting dalam penggunaan QRIS. Acara ini juga memiliki rangkaian acara diantaranya adalah pameran dari para pelaku fintech, talk show mengenai topik-topik yang berkaitan dengan teknologi dan digital ekonomi khususnya fintech yang dipaparkan oleh para ahli baik dari regulator, pelaku bisnis fintech, dan narasumber lainnya.