Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Pemerintah Hadirkan Aplikasi 10 Rumah Aman, Efektif Gak Lawan Corona?
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Kantor Staf Presiden (KSP) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kementerian Kominfo) resmi merilis aplikasi 10 Rumah Aman pada Selasa (31/3/2020). Aplikasi ini diklaim mampu memutus penyebaran virus Corona melalui fitur-fiturnya. Kepala KSP, Moeldoko mengatakan, "10 Rumah Aman memungkinkan masyarakat memeriksa suhu tubuh normal atau tinggi secara mandiri dan berkala. Nantinya keseluruhan data hasil pemeriksaan suhu akan dikumpulkan sehingga membentuk peta penyebaran virus yang bisa kita pantau untuk menghindari wilayah yang memiliki potensi penyebaran virus."

Baca Juga: Lawan Informasi Palsu, WHO Hadirkan Aplikasi Khusus Terkait Corona

Moeldoko menambahkan aplikasi ini perlu diterapkan bersama agar memiliki dampak yang optimal untuk mencegah paparan virus Corona. Seluruh lapisan masyarakat di seluruh tanah air, dari desa, kabupaten, kota, provinsi dengan dukungan pimpinan daerah dan pihak-pihak terkait perlu menerapkan 10 Rumah Aman ini. Namun fitur peta penyebaran ini menuai pertanyaan terkait efektifitasnya untuk melawan virus asal Wuhan tersebut. Pasalnya setelah Technologue.id mencobanya, untuk mengukur suhu tubuh diperlukan thermometer sendiri sebelum memasukan data suhu tubuh ke aplikasi. Pada fase ini juga sangat rentan kesalahan maupun kecurangan dalam memasukan data suhu tubuh. Pengguna bisa saja mengisi data dengan tidak jujur yang sebenarnya mengalami demam tinggi bisa dengan bebas mengisi data menjadi suhu normal yang menjadikan peta penyebaran tidak akurat.

Baca Juga: Lima Tips Terhindar dari Disinformasi tentang Virus Corona di Internet

Meski begitu, aplikasi ini juga masih mempunyai fitur lain yang lebih efektif dalam menangani virus Corona ini. 10 Rumah Aman menyediakan fitur untuk memeriksakan kesehatan diri yang terintegrasi dengan sistem berbasis kecerdasan buatan dari Prixa. Selain itu, aplikasi ini juga memberikan informasi yang sah agar tidak ada kekhawatiran masyarakat terhadap hoax yang berkembang cukup pesat. Narasi tunggal ini menurut Menteri Kominfo Johnny G. Plate Sangat diperlukan guna menghindari kebingungan masyarakat.

SHARE:

Kembali Disusupi, Akun Pengguna Roku Terdampak Lebih Banyak

Perusahaan Teknologi Asal China Sudah Siapkan Jaringan 5.5G