Pengamat: Dalam Mewujudkan Indonesia Bebas Sinyal, Kominfo Jangan Gagap

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Dalam mewujudkan Indonesia merdeka sinyal, Riant Nugroho selaku pengamat kebijakan publik menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) harus mendefinisikannya terlebih dahulu. Menurutnya ini harus dilakukan agar Tol Langit bisa dipertanggung jawabkan secara publik.

Dalam diskusi publik bertajuk ‘Tol Langit: Peluang dan Tantangan Mewujudkan Indonesia Merdeka Sinyal’ yang berlangsung pada Kamis (12/3/2020) di Jakarta, Riant mengatakan, “Kominfo itu gak boleh gagap. Definisikan dulu apa itu Tol Langit, jangan hanya puisi-puisi aja disampaikan.”

Baca Juga:
Indosat Ooredoo dan TIP Bakal Terapkan Teknologi OpenRan di Indonesia

Riant juga menyebut sepanjang ia mengamati literatur dan pidato Menteri Kominfo terkait dilaksanakannya Tol Langit dan merdeka sinyal, dirinya belum menemukan cetak biru yang betul-betul dapat dipertanggung jawabkan. Menurutnya, semua kebijakan publik yang mempunyai nilai impact lebih dari Rp 1 triliun harus ada pertanggung jawabannya.

Sampai saat ini, akses telekomunikasi di Indonesia masih belum maksimal, masih banyak daerah di Tanah Air yang belum merdeka sinyal. Padahal proyek Palapa Ring yang sebelumnya digadang dapat menuntaskan masalah ini sudah sekian tahun rampung.

Baca Juga:
18 April 2020, Ponsel BM Gak Dapet Sinyal

Dalam mewujudkan Indonesia merdeka sinyal ini dinilai belum efektif karena masih ada sejumlah kendala. Bobby Rizaldi, Anggota Komisi I DPR RI menyebut ada beberapa tantangan yang dihadapi pemerintah dalam upaya pemerataan akses telekomunikasi di Indonesia ini.

“Kita punya dua tantangan dalam mewujudkan Indonesia merdeka sinyal. Pertama itu adalah tidak samanya perspektif pemerintah dan pihak-pihak terkait, kemudian yang kedua itu kita tidak punya cukup uang,” pungkas Bobby

- Advertisement -

Latest News

Related Stories