Technologue.id, Jakarta – International Data Corporation (IDC), perusahaan riset pasar telah mempublikasikan data terkait penjualan smartphone di Indonesia. Ternyata pada kuartal pertama 2016, ada sebanyak 6,5 juta unit handset yang laku.

Kendati dibandingkan tahun lalu ada peningkatan sebanyak 2,7 persen, tetapi daripada Q4 2015, jumlah itu malah menurun 22 persen. Apa penyebabnya?

Menurut pandangan Reza Haryo, Senior Market Analyst IDC Indonesia, ada dua faktor utama yang melatarbelakangi menurunnya daya beli masyarakat terhadap smartphone sedari Januari sampai Maret 2016.

“Pertama, stok produk untuk Q4 2015 masih tersisa, sehingga stok sisa itu dilimpahkan ke Q1 2016. Yang kedua, pasar juga sedang melambat paska Tahun Baru Cina. Makanya, penjualan begitu rendah di akhir Februari dan awal Maret,” kata Reza dalam keterangan resminya.

- Advertisement -

Sejauh ini, industri smartphone Tanah Air masih dikuasai oleh Samsung, dengan marketshare sebesar 33 persen. Masih menurut Reza, adalah penjualan smartphone seri J yang kian mengukuhkan posisi vendor asal Korea Selatan itu.

Meskipun masih menduduki posisi puncak, Samsung patut waspada dengan keberadaan Oppo. Sebab, penjualan Oppo dari Q1 2015 ke Q1 2016 meroket hingga 187 persen.

(Ulwan)

Share this