Pensiun Jadi Kapolri, BH Gabung Grab

Ilustrasi GrabBike (source: Grab)

Technologue.id, Jakarta – Perusahaan penyedia aplikasi pemesanan transportasi, Grab Indonesia mengumumkan pejabat tinggi baru yang baru bergabung. Perusahaan yang berkantor pusat di Singapura itu menunjuk mantan Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal (Purn) Badrodin Haiti sebagai Komisaris Utama di Grab Indonesia.

Mantan orang nomor satu di Polri tersebut disebutkan bakalan bertugas Badrodin akan memantau dan menjaga tata kelola serta kelangsungan jangka panjang perusahaan melalui peran pengawasan terhadap kinerja dewan direksi. Pria yang sempat dipanggil lewat inisial BH itu akan berkantor di Jakarta.

“Saya sangat senang bergabung dengan Grab Indonesia, sebuah organisasi yang berpegang teguh pada misinya dengan rekam jejak yang telah terbukti dalam meningkatkan taraf hidup di Indonesia dan memberikan solusi atas permasalahan lokal,” kata Badrodin.

Selain itu, Badrodin menambahkan bahwa nilai-nilai yang dimiliki Grab sejalan dengan nilai-nilai yang juga dipegang teguh olehnya. Ia berjanji akan memastikan bahwa Grab akan terus menjadi panutan sebagai perusahaan yang memiliki akuntabilitas dan citizenship.

Sebelum bergabung dengan Grab, Badrodin memangku jabatan sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia sejak April 2015 sampai Juli 2016. Beliau juga menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian pada Maret 2014 hingga April 2015. Badrodin menyelesaikan pendidikannya di Akademi Kepolisian (AKPOL) pada 1982 dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1989.

Sebelum menduduki dua posisi teratas di Kepolisian Republik Indonesia, Badrodin pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah di empat provinsi yaitu Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Jawa Timur.

Indonesia merupakan pasar terbesar Grab di Asia Tenggara. Grab akan terus berekspansi ke kota-kota lainnya di Indonesia, meningkatkan layanan transportasinya, dan berinvestasi dalam layanan GrabPay sebagai platform pembayaran mobile.

Sejak diluncurkan pada 2012, Grab telah berevolusi dari aplikasi pemesanan taksi sederhana menjadi aplikasi pemesanan transportasi darat terbesar di Asia Tenggara. Kini, Grab memiliki 580 ribu mitra pengemudi aktif dalam jaringannya dan telah diunduh di 30 juta perangkat.

Baca juga :
Grab: Kami Terharu
Cek Estimasi Waktu dan Tarif Gojek, Grab, dan Uber Sekarang Bisa Lewat Google Maps
Alasan Grab Keluarkan 192 Mitra