Technologue.id, Jakarta – Di era digital ini, data merupakan hal penting yang setiap harinya terus bertambah seiring dengan proses transaksi digital. Melonjaknya pertumbuhan startup di indonesia, menjadikan kebutuhan cloud adalah suatu yang penting bagi keberlangsungan bisnis startup, salah satunya di bidang e-commerce.

Tokopedia sebagai perusahaan teknologi Indonesia yang terus bertransformasi menjadi Super Ecosystem, membutuhkan kecepatan dan stabilitas akses data dalam memproses informasi yang semakin beragam sumber dan kuantitasnya.

“Untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan infrastruktur IT yang handal, aman dan mendukung akses connectivity yang cepat untuk memberikan user experience terbaik kepada pengguna, sesuai dengan satu dari tiga DNA Tokopedia, yakni Focus on Consumer,” ujar Leontinus Alpha Edison selaku Co-Founder & Vice Chairman.

Perusahaan berbasis Teknologi Informasi membutuhkan dukungan infrastruktur data center yang handal, scalable dan aman. Kehadiran fasilitas hyperscale data center DCI sebesar 150 MW merupakan jawaban untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi digital di era revolusi industri 4.0.

Frost & Sullivan memprediksi pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) untuk pendapatan pasar layanan data center dari tahun 2015 hingga 2022 mencapai 35%. Sementara berdasarkan data CBRE yang merupakan perusahaan real estate dan investment global, total kapasitas keseluruhan data center Indonesia hingga Q1 2019 mencapai 50,2 MW dan diprediksi pada tahun 2021 akan terdapat penambahan kapasitas sebesar 70 MW.

Hendra Suryakusuma, selaku President IDPRO (Asosiasi Data Center Indonesia), mengatakan, “Menyambung data ini, kami menyambut baik komitmen DCI sebagai penyedia data center lokal yang mampu memenuhi kebutuhan data center di Indonesia dalam beberapa tahun kedepan.”