Technologue.id, Jakarta –┬áDalam kesempatan di Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) G7, Theresa May selaku Perdana Menteri Inggris mengajak seluruh pemimpin dunia untuk melawan aktifitas ekstrimis di dunia maya. Dirinya percaya, peperangan yang sebelumnya ada di medan perang telah berpindah ke internet.

Dilansir dari BBC (27/5/2017), pada pertemuan puncak KTT G7 yang digelar di Sicily, PM Inggris tersebut turut mengajak perusahaan teknologi untuk berkontribusi dalam mengidentifikasi dan menghapus segala material yang berbau ekstrimis. Theresa menilai, dibutuhkan lebih banyak pihak untuk mengatasi permasalah ekstrimis yang sudah mewabah di dunia online.

Pernyataan Theresa ini dilandasi oleh tragedi ledakan yang kembali dialami negaranya tersebut Senin lalu. Setidaknya, terdapat 22 orang yang meninggal dan 116 orang terluka dari aktifitas bom bunuh diri yang terjadi seusai konser Ariana Grande di Manchester Arena, 22 Mei 20170.

Koresponden Diplomatik BBC, James Landale mengatakan, Theresa telah menemui Presiden Perancis, Emmanuel Macron di KTT. Keduanya sepakat jika tragedi Manchester dan Paris membutuhkan kerjasama yang lebih baik diantara kedua negara tersebut.

Theresa juga mengajak untuk mencari jalan bersama untuk menghadapi ekstrimis online saat ini. Dirinya yakin, banyak negara-negara yang dapat bekerja sama untuk mencegah terjadinya serangan teroris, yang mungkin direncanakan dan dibicarakan oleh para pelaku di dunia maya.

Selain itu, ajakan ini juga bertujuan untuk menghentikan penyebaran ideologi ekstrimis, yang mengancam para pengunjung dunia maya yang kebanyakan berada di usia muda.