Peretasan Incar Instansi, Bagaimana Jurus Menangkalnya?

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Pelanggaran data dapat berdampak buruk pada reputasi organisasi. Ini berlaku untuk semua sektor, terutama instansi pemerintah.

Perusahaan keamanan Kaspersky merekomendasikan beberapa praktik terbaik untuk menangkisnya:

  • Gunakan pelatihan dan aktivitas yang akan mendidik karyawan tentang dasar-dasar keamanan siber, misalnya, untuk tidak membuka atau menyimpan file dari email atau situs web yang tidak dikenal karena dapat membahayakan seluruh perusahaan.
  • Ingatkan staf secara teratur tentang cara menangani data sensitif, misalnya, untuk menyimpan hanya di layanan cloud tepercaya dengan autentikasi diaktifkan, jangan membagikannya dengan pihak ketiga yang tidak tepercaya.
  • Menerapkan penggunaan perangkat lunak yang sah, diunduh dari sumber resmi.
  • Buat cadangan data penting dan perbarui peralatan dan aplikasi TI secara teratur untuk menghindari kerentanan yang belum ditambal yang dapat menjadi alasan pelanggaran.
  • Gunakan produk titik akhir khusus yang menuntut manajemen minimum yang memungkinkan karyawan melakukan tugas utama mereka, tetapi melindungi dari malware, ransomware, pengambilalihan akun, penipuan online, dan penipuan.

Baca Juga:
Analisa Kaspersky Soal Bocor Data Warga Indonesia

Beberapa langkah lain yang dapat diambil secara proaktif untuk mengurangi dampak pelanggaran data juga bergantung pada jenis pelanggaran yang dialami. Ini termasuk:

  • Mencari tahu dengan tepat data apa yang mungkin telah dicuri. Ini akan memberi Anda gambaran tentang parahnya situasi. Misalnya, jika data pribadi seperti NRIC, nama, atau alamat Anda bocor, Anda harus bertindak cepat untuk memastikan identitas Anda tidak dicuri. Ini lebih serius daripada sekadar kehilangan detail kartu kredit Anda.
  • Jika pelanggaran melibatkan informasi keuangan Anda, beri tahu bank dan lembaga keuangan mana pun yang Anda miliki akunnya, dan ubah kata sandi di semua akun, termasuk pertanyaan keamanan dan kode PIN. Pertimbangkan juga untuk pembekuan kredit.
  • Memantau akun Anda untuk mencari tanda-tanda aktivitas baru. Jika Anda melihat transaksi yang tidak Anda kenali, segera atasi.
  • Waspadai jenis serangan manipulasi psikologis lainnya. Misalnya, jika seorang pelaku kejahatan dapat mengakses akun hotel, bahkan tanpa data keuangan, dia dapat menelepon pelanggan untuk meminta umpan balik tentang kunjungan terakhir mereka. Setelah menjalinkepercayaan di akhir panggilan, pelaku kejahatan tadi dapat menawarkan pengembalian dana atas berbagai biaya dan meminta nomor kartu pelanggan untuk melakukan transaksi. Jika panggilan tersebut meyakinkan, sebagian besar pelanggan mungkin tidak akan berpikir dua kali untuk memberikan detail tersebut.

Baca Juga:
Kaspersky Catat Perubahan Target Kejahatan Siber, Ini Solusinya

Dengan meningkatnya aktivitas online, akan selalu terjadi gerakan rahasia oleh para pelaku kejahatan dunia maya apapun teknik dan strateginya. Inilah sebabnya mengapa perusahaan maupun individu harus selalu waspada dari waktu ke waktu, tidak peduli skalanya.

Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky, menjelaskan bahwa pengguna harus bertanggungjawab menangani data pribadi dan perusahaan mereka di dalam jaringan rumah mereka terutama mengingat pandemi banyak aktivitas kini beralih dari jarak jauh.

Demikian pula, perusahaan harus memperkuat pertahanannya untuk menjaga keamanan data perusahaan dan pelanggannya.

“Oleh karena itu, ini bukanlah lagi soal standardisasi keamanan apa yang patut dimiliki, melainkan tanggung jawab yang harus diketahui dan diterapkan dengan baik,” ujar Siang Tiong kepada Technologue.id, Jumat (21/5/2021).

- Advertisement -

Latest News

Honor Kembali Gunakan Google Mobile Services

Technologue.id, Jakarta - Sejak memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada tahun 2020 lalu membuat Huawei dan Honor tidak bisa...

Huawei Tak Jadi Rilis Mate 50 Tahun Ini?

Technologue.id, Jakarta - Umumnya, hampir setiap tahun Huawei meluncurkan dua produk flagshipnya yakni seri P dan seri Mate. Namun tahun ini, sepertinya...

Bukalapak Bakal IPO pada Agustus 2021

Technologue.id, Jakarta - Perusahaan e-commerce, Bukalapak akan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada bulan Agustus mendatang.

Smartfren Uji Coba 5G di Frekuensi 26 GHz, Seberapa Kencang?

Technologue.id, Jakarta - Smartfren bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menguji jaringan 5G pada Kamis (17/6/2021) dengan menggunakan frekuensi 26 GHz...

Utamakan Uji Mutu, vivo Jamin Kualitas Smartphone

Technologue.id, Jakarta - Komitmen brand smartphone vivo dalam memenuhi permintaan pasar smartphone di negeri ini tidak pernah mengendur. Hal ini dibuktikan dengan...

Related Stories