Technologue.id, Jakarta – Perusahaan dagang daring JD.ID akan merayakan ulang tahunnya yang ketiga pada 28 Maret nanti. Peringatan ini dirayakan dengan meluncurkan beberapa program dan promo terbarunya dengan mengusung kampanye ‘Ditraktir Ori’.

Program Ditraktir Ori telah berlangsung sejak awal Maret lalu dan berakhir di penghujung bulan ini. Bentuk traktiran yang ditawarkan oleh JD.ID diantaranya 3 miliar shopping voucher, 30 hari nonstop online, dan 600 offline spot di seluruh kota di Indonesia yang memampang QR code untuk kejutan spesial.

Khusus untuk program offline, perusahaan e-commerce yang beroperasi di Indonesia sejak 2016 ini akan menyebar poster raksasa yang menampilkan QR Code. Bila di-scan, akan membawa pengguna ke secret landing page yang dipenuhi banyak penawaran menarik dari brand tertentu.

Selain promo dari brand, landing page rahasia ini juga memberikan diskon penggunaan Go-Pay.

- Advertisement -

Ratusan mitra pemilik brand ikut mendukung dan secara umum dibagi menjadi dua tahapan. Mulai dari promo pada 1-25 Maret dan puncaknya pada 26-28 Maret. Promo dan diskon meliputi semua 22 kategori di JD.ID.

Selain itu ada juga Golden Ticket, Mystery Box, Voucher Race, Gamification, Brand Day, Flash Sale, dan masih banyak lagi.

Kejutan tersembunyi Mystery Box turut dihadirkan kembali karena menjadi salah satu signature campaign yang paling diminati konsumen.

“Antusiasme konsumen terhadap Mystery Box sangat luar biasa. Saat Harbolnas lalu, dalam waktu tiga menit, 1 box diserbu seribu sampai 10 ribu konsumen. Kita pernah menawarkan satu unit mobil hanya dengan bayar Rp 2 juta saja,” kata Mia Fawzia, JD.ID Marketing Chief, saat mengumumkan program hari ulang tahun ketiga, di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

JD.ID telah melayani lebih dari 20 juta pelanggan saat ini di mana 10 juta merupakan active user.

Selama tiga tahun ini, Mia mengaku ada peningkatan angka penjualan dan trafik di JD.ID. Salah satu indikator kesuksesan ini dilihat dari upaya platform e-commerce asal Tiongkok ini membuka tujuh gudang atau warehouse di enam kota di Indonesia antara lain Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Pontianak.

“Kenapa kami perbanyak gudang? Karena kami memulai bisnis ini dari retail commerce. Kami membeli produk langsung dari principal, lalu cek quality control, hingga simpan di gudang. Kami layani dari hulu ke hilir,” ujar Mia.

Tahun 2019, JD.ID akan fokus pada kepuasan pelanggan, penggunaan teknologi, dan peningkatan layanan secara keseluruhan.