Jakarta, Technologue.id — Taylor Swift baru saja merilis album deluxe bertajuk "The Life of a Showgirl: The Encore". Rilisan ini menambah panjang diskografi sang penyanyi yang sudah menembus dua dekade berkarya. Sepanjang kariernya, Swift telah mengoleksi belasan lagu nomor satu dan empat trofi Album of the Year di Grammy Awards.
Di era sekarang, hampir setiap album yang dilepas Swift nyaris pasti menuai sukses komersial. Antusiasme penggemar juga selalu meledak setiap kali ia mengumumkan karya baru. Meski begitu, kualitas tiap album tetap saja berbeda satu dengan yang lain.
Penilaian itu datang dari Callie Ahlgrim, penulis senior budaya pop sekaligus pakar Swift di Business Insider. Ia menilai seluruh 12 album khas Swift dalam sebuah daftar peringkat. Setiap album rilisan ulang "Taylor's Version" digabung dengan versi aslinya dalam penilaian tersebut.
Hasilnya adalah peringkat dari yang terburuk hingga yang terbaik. Penilaian ini memberi gambaran objektif soal perjalanan musikal Swift. Berikut ulasan lengkapnya sebagaimana dikutip dari Business Insider.
Dari Debut hingga Reputasi
Posisi paling bawah dalam daftar ditempati album debut self-titled "Taylor Swift" yang rilis 2006. Album ini menandai awal karier Swift di industri musik country. Meski bersejarah, kualitasnya dinilai masih kalah dibanding karya-karya berikutnya.
Di atasnya ada "Reputation", album yang dirilis pada 2017. Album ini lahir dari fase kelam Swift setelah diterpa berbagai kontroversi. Nuansa gelap dan tema pembalasan menjadi warna dominan sepanjang album.
Selanjutnya ada "Fearless", album yang mengantar Swift meraih Grammy pertamanya. Album ini menjadi tonggak penting yang membuka jalan bagi kesuksesan globalnya. Namun, sejumlah lagu di dalamnya dinilai mulai terasa usang dimakan zaman.
Kemudian menyusul "Speak Now", album yang seluruh lagunya ditulis sendiri oleh Swift. Langkah ini terbilang langka bagi penyanyi muda di masanya. Album ini menegaskan posisinya sebagai penulis lagu berbakat, bukan sekadar wajah populer.
Baca Juga:
Era Pop dan Eksperimen Bunyi
Memasuki fase pop, "Red" menempati posisi menengah dalam daftar ini. Album ini menjadi jembatan antara akar country dan ambisi pop Swift. Beberapa lagu di dalamnya masih dianggap sebagai karya emas sepanjang kariernya.
Setelah itu ada "Lover", album berwarna pastel yang penuh nuansa romantis. Swift tampak lebih riang dan terbuka dibanding era sebelumnya. Meski begitu, album ini dinilai kurang konsisten dibanding karya-karya puncaknya.
Album "Midnights" yang rilis 2022 juga masuk dalam jajaran atas. Karya ini mengangkat tema kegelisahan malam hari dan introspeksi diri. Kesuksesannya turut memperkuat posisi Swift sebagai ikon pop modern.
Sementara itu, "The Tortured Poets Department" menyusul sebagai salah satu rilisan terbaru. Album ini kental dengan nuansa reflektif dan puitis. Banyak pengamat menyebutnya sebagai karya paling personal Swift dalam beberapa tahun terakhir.
Puncak Terbaik dalam Diskografi
Posisi teratas ditempati oleh "Folklore" dan "Evermore", dua album kejutan era pandemi. Keduanya menampilkan sisi Swift yang lebih intim dan bercerita. Perubahan arah musikal ini justru menuai pujian luas dari kritikus.
"1989" juga masuk jajaran terbaik sebagai album pop paling ikonik miliknya. Album ini menandai peralihan penuh Swift dari country ke pop arus utama. Kesuksesannya mengubah lanskap musik pop dunia pada masanya.
Adapun rilisan deluxe "The Life of a Showgirl: The Encore" menjadi tambahan terbaru dalam daftar panjang ini. Kehadirannya kembali menarik perhatian penggemar di seluruh dunia. Antusiasme terhadap karya baru Swift seakan tak pernah surut.
Dari sisi industri, konsistensi Swift menghasilkan fenomena yang jarang terjadi. Ia mampu menjaga relevansi sekaligus mendorong penjualan fisik dan streaming. Hal ini menjadikannya salah satu nama paling berpengaruh di industri musik global.
Penggemar di Indonesia pun tak ketinggalan menyoroti setiap rilisan barunya. Nama Swift kerap menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bahkan, sederet lagunya sempat dikaitkan dengan kisah tragis Ophelia di lagu baru tersebut.
Popularitas Swift juga merambah ke ajang penghargaan digital. Namanya sempat masuk bursa bergengsi dalam Webby Awards 2025 bersama sejumlah musisi dunia lain. Prestasi ini menegaskan pengaruhnya yang melampaui ranah musik.
Dengan 12 album utama dan sederet rilisan ulang, perjalanan Swift masih terus berlanjut. Setiap karya baru selalu dinanti dengan ekspektasi tinggi. Daftar peringkat ini pun menjadi cerminan betapa kayanya warisan musikalnya.