Technologoue.id, Jakarta – Keputusan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menurunkan tarif interkoneksi bakalan menguntungkan Indosat Ooredoo dan XL Axiata. Perubahan tarif yang bakalan berlaku tanggal 1 September itu disebutkan bakalan merugikan perusahaan telekounikasi pelat merah, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).

Informasi itu diungkap dalam riset saham yang ditulis Leonardo Henry Gavaza, CFA, analis saham dari PT Bahana Securities. Dirinya yakin bahwa dua operator telekomunikasi, XL dan Indosat yang bakal menangguk untung dari resminya dua beleid baru.

“Dengan dua aturan baru tersebut Indosat dan XL bisa monetisasi jaringan serta menghemat biaya interkoneksi yang selama ini mereka keluarkan,” kata Leonardo di Jakarta.

Laporan keuangan perusahaan di tahun 2015 tercatat Indosat membukukan pendapatan interkoneksi sebesar Rp 1,9 triliun. Sayangnya, biaya interkoneksi yang harus dikeluarkan Indosat mencapai Rp 2,3 triliun atau tekor lebih dari Rp 400 miliar.

Sedangkan XL, menurut laporan keuangannya, mengantongi pendapatan dari interkoneksi sebesar Rp 2,391 triliun. Beban biaya yang harus ditanggungnya Rp 2,320 triliun atau untung Rp 70 miliar.

Lantas bagaimana nasib Telkom setelah aturan ini berlaku? H Refrizal, Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi PKS memprediksi potensi kerugian Telkom sebesar Rp 50 triliun jika tarif baru interkoneksi benar berlaku 1 September mendatang.

Pria asal Sumatera Barat itu menyatakan sudah melapor ke Menteri Keuangan Sri Mulyani adanya estimasi penurunan pendapatan dari BUMN telekomunikasi jika kebijakan ini dipaksa berlaku.

Padahal, di sisi lain, pemerintah tengah berjuang mendongkrak pendapatan negara untuk memenuhi target APBN 2017 yang ditargetkan mencapai Rp 1.737,6 triliun.

“Kalau pendapatan Telkom turun maka pendapatan negara dari pajak dan deviden Telkom juga turun. Dan tentu ini akan mengganggu capaian APBN 2017 mendatang,” jelas Refrizal.

Meskipun polemik terkait keputusan perubahan tarif interkoneksi sepertinya Kominfo tidak memperlihatkan bakalan mengubah pendirian. Diungkapkan Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza keberatan dan pertimbangan operator tak akan menjadi halangan dan pertimbangan untuk diberlakukannya biaya interkoneksi yang baru.

“Interkoneksi adalah domainnya pemerintah, maka hak pemerintahlah untuk menetapkan biaya interkoneksi sebesar Rp 204, atau turun 26 persen, pada awal September nanti,” tegas Noor Iza.

Baca juga : 
PERUBAHAN TARIF INTERKONEKSI BISA RUGIKAN NEGARA RP 50 TRILIUN PER TAHUN
TURUNNYA TARIF TELEPON ANTAR OPERATOR MASIH MENGUNDANG POLEMIK
PENGAMAT CURIGAI PEMERINTAH GADAIKAN KEPENTINGAN NASIONAL