Perusahaan Keamanan Siber China Tuding CIA Lakukan Aksi Spionase

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Perusahaan keamanan Siber asal China, Qihoo 360 menuding CIA (Badan Intelijen AS) melakukan aksi spionase kepada beberapa perusahaan penting China. Qihoo 360 menyebut aktifitas itu dilakukan CIA antara tahun 2008 hingga 2019.

Dilansir dari Tech Node pada Senin (9/3/2020), laporan Qihoo 360 menyatakan bahwa CIA menargetkan agen pemerintah China, sektor penerbangan dan perminyakan, lembaga penelitian ilmiah, dan perusahaan internet.

Baca Juga:
Era Digital, Serangan Siber Tidak Pandang Bulu

“Dilihat dari targetnya seperti sektor penerbangan, CIA dapat mencuri jadwal perjalanan tokoh-tokoh penting. informasi bisnis paling rahasia China juga mungkin telah berhasil diambil oleh CIA,” kata Qihoo 360.

Perusahaan keamanan siber itu mengatakan aksi peretasan CIA berhasil diungkap dengan suatu metode. Yaitu dengan cara membanding kode sampel yang telah dikumpulkannya dengan alat peretas CIA yang dirilis oleh Wikileaks pada tahun 2017.

Namun pihak lain menganggap temuan tersebut berasal dari suatu alat yang dijuluki Vault 7 yang dibocorkan oleh Joshua Adam Shulte. Joshua merupakan seorang mantan karyawan CIA yang diadili karena mengungkapkan informasi rahasia.

Baca Juga:
Waspada Penipuan Penjualan Masker Dalam Tautan Email

Qihoo 360 juga menyebut aksi spionase yang dilakukan CIA berbasis di Pantai Timus AS. Tidak hanya itu, Qihoo 360 juga baru-baru ini mengklaim bahwa peretas asal Asia Selatan menggunakan wabah koronavirus untuk menargetkan institusi medis China.

Tudingan Qihoo 360 kepada AS sendiri merupakan buntut dari tuduhan AS beberapa waktu lalu yang mengatakan bahwa empat perwira China melakukan pelanggaran Equifax 2017 dengan mencuri data pribadi, termasuk nama dan alamat, milik 147 juta orang Amerika.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories