Technologue.id, Jakarta – Di balik kesuksesan Spotify menjadi penguasa industri streaming musik, ada sosok Daniel Ek. CEO perusahaan asal Swedia itu menggerakkan dan membesarkan Spotify dengan sebuah tekad besar, yakni untuk tidak menjualnya pada perusahaan lain di kemudian hari.

Pria berkepala plontos itu menitipkan pesan pada para founder dan CEO startup yang sedang berjuang di mana pun. “Satu pesan yang bisa saya berikan adalah, jangan jual startup Anda,” terangnya seperti dikutip dari BusinessInsider.

Lebih lanjut, Daniel memaparkan sebenarnya Swedia punya kans besar menjadi penggerak industri teknologi global. Lihat saja, Minecraft dan Skype yang juga kompatriot Spotify. Sayang, mereka kini sudah diakuisisi oleh Microsoft.

“Apa yang sudah startup Anda lakukan bisa menjadi besar kalau Anda tetap maju terus dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ambisi pribadi saya dengan Spotify adalah menemukan sebuah jalan, bahwa kita bisa membuat satu perusahaan super di Eropa,” tegasnya.

- Advertisement -

Tahun 2015, Spotify mencatatkan revenue yang 80 persen lebih baik dari tahun sebelumnya. Banyak yang percaya layanan streaming musik yang resmi masuk Indonesia di awal 2016 itu segera melantai di pasar bursa. Namun, ada juga yang meyakini Spotify akan segera dibeli perusahaan TI besar.