Technologue.id, Jakarta – Microsoft membuat berita mencengangkan belum lama ini. Kendati berstatus sebagai satu dari sedikit pemain besar di industri teknologi saat ini, bisnis yang dirintis oleh Bill Gates dan Paul Allen itu malah merumahkan 3.000 pegawainya. Mereka yang mengalami PHK itu kebanyakan berasal dari divisi sales di luar Amerika Serikat.

Apakah ini adalah sinyal yang buruk bagi kelanjutan Microsoft ke depannya? Bisa jadi, tetapi mungkin saja malah membantu perkembangan Microsoft nantinya. Setidaknya, itu yang dipikirkan oleh Jack Gold.

“Saya malah melihat fenomena ini sebagai hal yang positif yang menandakan bahwa manajemen sedang menyelaraskan perusahaan ke pasar baru yang menjanjikan,” terang analis teknologi dan pendiri J.Gold Associates itu dalam tulisannya di VentureBeat (06/07/17).

Lebih lanjut, Gold menjabarkan kalau ini adalah risiko yang harus diambil Microsoft sebagai perusahaan yang kini fokus ke solusi berbasis cloud. Office 365 dan Azure adalah andalan terbaru mereka, menggantikan penjualan software Microsoft Office dan aplikasi lain. Terlebih, teknik penjualannya tak bisa disamakan dengan dagangan lamanya.

Yang terbaru, Microsoft bahkan telah merilis Microsoft 365, yakni solusi software bundling berbasis cloud yang menyasar entitas bisnis. Jelas, ini menunjukkan pergeseran target konsumen juga, ketimbang menjual peranti lunak ke pengguna personal.

Gold pun tak kaget kalau nantinya perusahaan asal Redmond itu akan mereduksi armada pegawainya lagi. Karyawan yang sebelumnya menggawangi divisi offline atau lapangan berkemungkinan digeser ke divisi cloud atau malah diberi kesempatan di tempat lainnya.

“Tentunya tidak ada yang mau melihat karyawan harus kehilangan pekerjaan mereka. Tapi pengurangan karyawan ini menjadi indikasi yang meyakinkan bahwa Microsoft bergerak cepat ke cloud dan membawa pelanggannya pada perjalanan itu,” jelasnya.

Secara garis besar dan dari perspektif lain, pengurangan pegawai Microsoft ini sangat positif. Opini Anda bagaimana?

 

Baca juga:

Microsoft Pecat 3.000 Karyawannya Secara Global

Microsoft Bikin Perangkat Premium Berbasis Windows 10 Mobile?

Cara Microsoft Sukseskan Bisnis UKM