Pintek Berkolaborasi Bersama Quipper Untuk Memotivasi Guru Agar Terciptanya Suasana Belajar Kondusif Bagi Murid

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Pintek, perusahaan financial technology untuk pendidikan, berkolaborasi dengan Quipper, perusahaan teknologi pendidikan, melakukan kegiatan dengan mengajak guru untuk bergabung dalam kegiatan online workshop guna mempersiapkan pengembangan proses pembelajaran yang adaptif dan inovatif guna mendorong motivasi peserta didik tentunya dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Mengusung tema “Pintek Edutalk Bersama Quipper: Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia yang Mandiri dan Bermotivasi Tinggi”, acara ini bertujuan untuk memaksimalkan peran guru sebagai pengajar dalam mendorong pengembangan potensi peserta didik melalui topik yang efektif dari sisi psikologi hingga pengenalan inisiatif program dari Quipper maupun Pintek.

Menurut Yasser M. Syaiful, Head of Commercial Pintek mengatakan, “Sebagai perusahaan yang bergerak dalam pendanaan untuk pendidikan, kami sangat mengapresiasi peran guru sebagai garda depan dunia pendidikan yang dapat mencetak generasi bangsa yang kompeten. Kolaborasi bersama Quipper kami harapkan dapat menjadi tempat untuk berbagi pengalaman dan saling memotivasi antara guru yang hadir pada acara ini.”

“Pada kesempatan ini, kami juga ingin memperkenalkan program dari Pintek yaitu Pintek Edupreneur, sebuah program komunitas yang bertujuan untuk mewujudkan generasi emas yang dibentuk melalui pelatihan, sharing, dan pengajaran mengenai keterampilan yang dibutuhkan pada masa mendatang. Program Pintek Edupreneur juga dapat menjadi wadah diskusi bagi guru yang nantinya dapat mengimplementasi kembali kisah sukses sesama tenaga pengajar dalam menerapkan cara mengajar yang lebih baik. Acara ini pun diharapkan bisa memberi kesempatan bagi guru untuk menjadi penggerak pendidikan agar terciptanya pendidikan yang lebih baik lagi di Indonesia,” lanjut Yasser.

Menurut Nadiem Makarim, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bahwa guru merupakan agen teladan obor perubahan. Hal ini terlihat pada pada salah satu kebijakan Merdeka Belajar yaitu program Guru Penggerak. Melalui program ini, Kemendikbud berkomitmen memajukan ekosistem pendidikan di Indonesia lebih baik dengan melahirkan agen-agen perubahan yang berpusat kepada peserta didik.

Ivonny Sualdani, Manager Quipper Campus menambahkan “Tantangan yang dihadapi oleh sekolah, guru dan siswa saat ini sangat besar, terutama untuk memastikan agar sistem pembelajaran online dapat berjalan secara efektif. Dalam hal ini, tidak hanya kualitas dari konten pembelajaran, namun sistem penyampaian materi dan komunikasi antara guru dan siswa juga memegang peranan sangat penting. Oleh karena itu Quipper dalam hal ini menyediakan beberapa tools dan informasi yang bisa digunakan oleh guru dan sekolah dalam mengenal karakter siswa dan menset tujuan yang jelas sebagai motivasi belajar. Kami berharap dengan pengenalan diri yang baik, siswa bisa menemukan cara terbaik untuk menyerap pembelajaran dan mengetahui arah langkah mereka setelah lulus dari sekolah menengah.”

“Permasalahan yang dihadapi oleh murid saat ini adalah sering ditemukannya suasana yang tidak kondusif ketika melakukan pembelajaran dari rumah. Peran guru sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif melalui inovasi ataupun metode pembelajaran yang baru. Selain itu, guru juga perlu berkolaborasi dengan orang tua agar murid dapat beradaptasi dengan baik dan membangun suasana belajar yang kondusif. Melalui acara ini, diharapkan dapat membantu guru untuk melakukan eksplorasi terhadap kegiatan belajar yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi saat ini,” ujar Achsinfina H. Sinta, Konsultan Psikologi & Coach Trainer.

“Selain itu, guru dan orang tua sebaiknya mengetahui kebutuhan anak pada saat menjalani proses belajar. Hal ini akan tentunya akan membantu proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) berjalan lebih baik. Pada dasarnya kebutuhan setiap anak sifatnya individual dan berbeda. Untuk memahami dan mengetahui kebutuhan tersebut dapat diawali dengan menjalin komunikasi berkualitas dan membangun hubungan yang baik antar semua pihak antar anak, orang tua dan guru,” tutup Achsinfina H. Sinta.

- Advertisement -

Latest News

Merger Gojek-Tokopedia, Pengamat: Ini Game Changer di Industri Digital

Technologue.id, Jakarta - Pengamat Telekomunikasi yang juga Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, mengatakan bahwa aksi merger antara Gojek dan Tokopedia merupakan...

Trending di Twitter, Apa sih “WA GB”?

Technologue.id, Jakarta - Media sosial Twitter diramaikan dengan topik "WA GB". Hingga berita ini dimuat, Selasa (18/5/2021) topik tersebut sudah dicuitkan lebih...

Langganan Twitter, Bayar Rp42 Ribu per Bulan?

Technologue.id, Jakarta - Biaya langganan Twitter premium atau yang disebut Twitter Blue mulai terungkap. Peneliti aplikasi Jane Manchun Wong...

Susunan Petinggi GoTo, Perkawinan Gojek – Tokopedia

Technologue.id, Jakarta - Penggabungan usaha atau merger antara Gojek dengan Tokopedia melahirkan susunan manajemen perusahaan. Dalam perusahaan baru ini,...

Cara Migrasi Perpesanan WhatsApp ke Telegram

Technologue.id, Jakarta - Telegram telah meluncurkan fitur baru untuk membantu orang memindahkan riwayat obrolan mereka dari aplikasi lain termasuk WhatsApp.

Related Stories