Jakarta, Technologue.id - Membeli eksposur terhadap aset global kini tidak selalu identik dengan modal besar dan proses yang panjang. Pintu memperluas pilihan aset tertokenisasi yang memungkinkan investor Indonesia mengakses saham, indeks, ETF hingga komoditas secara fractional. Langkah ini menjadi jawaban atas kebutuhan investor yang kian adaptif terhadap instrumen digital.
Lewat kolaborasi dengan Ondo Finance, Pintu menghadirkan sejumlah aset global dalam bentuk tokenized real-world assets atau RWA. Konsep ini memberikan alternatif bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur terhadap aset dunia nyata melalui ekosistem aset digital. Pendekatan tersebut sekaligus memperluas batas antara pasar konvensional dan aset kripto.
Beberapa pilihan yang tersedia mencakup saham Apple dan NVIDIA, indeks S&P 500 dan NASDAQ, ETF, serta komoditas seperti emas dan perak. Aset tersebut dapat diakses melalui satu aplikasi dan didenominasikan dalam Rupiah. Kemudahan ini membuat investor tidak perlu membuka banyak akun untuk menjangkau pasar global.
Yang menarik, akses tersebut bisa dimulai dari Rp11.000. Dengan mekanisme fractional, investor tidak harus membeli aset secara utuh untuk mendapatkan eksposur terhadap instrumen yang tersedia. Skema ini membuka peluang bagi investor pemula yang ingin mencoba dengan modal terjangkau.
Fleksibilitas juga hadir dari waktu transaksi. Aset tertokenisasi tersebut dapat diperdagangkan 24 jam tanpa terikat jam perdagangan bursa konvensional. Penjualan pun dikenakan pajak final 0,21 persen tanpa biaya transaksi tersembunyi. Kombinasi ini memberi kepastian biaya sekaligus keleluasaan waktu bagi investor aktif.
Baca Juga:
Perkembangan ini sejalan dengan tren Investasi Saham Global yang kian diminati masyarakat Indonesia. Minat tersebut didorong oleh kemudahan akses dan biaya yang lebih terkendali. Tokenisasi aset pun menjadi jembatan bagi investor ritel untuk masuk ke pasar dunia.
Buat investor yang aktivitasnya sudah lebih tinggi, Pintu juga memperkenalkan Pintu VIP Private. Layanan ini ditujukan bagi nasabah dengan volume trading dan aset kelolaan tertentu. Termasuk opsi status match bagi pengguna dengan status VIP setara di platform lain.
Angka kontribusi segmen ini menunjukkan perubahan perilaku investor. Sepanjang paruh pertama 2026, pengguna VIP menyumbang lebih dari 40 persen volume trading Pintu. Kontribusi tersebut mencakup lebih dari 40 persen pada transaksi spot dan lebih dari 30 persen pada futures.
Pintu VIP Private tidak hanya menawarkan akses transaksi. Nasabah yang memenuhi kualifikasi mendapatkan relationship manager pribadi, promo eksklusif, serta dukungan prioritas dalam setiap transaksi. Fasilitas ini dirancang untuk menjawab kebutuhan trader yang menuntut layanan cepat dan personal.
Andy Putra, Presiden Direktur Pintu, mengatakan kebutuhan trader premium kini berkembang dari sekadar mencari return. "Layanan personal, respons cepat, keamanan, kepatuhan, dan perlindungan aset menjadi bagian dari kebutuhan investor berpengalaman," ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa kenyamanan dan keamanan kini jadi pertimbangan utama.
Di balik kemudahan tersebut, tetap ada risiko yang perlu diperhitungkan. Pintu menegaskan aset crypto dan aset tertokenisasi memiliki risiko tinggi serta volatilitas signifikan. Karena itu, investor perlu memahami profil risikonya sebelum menentukan instrumen yang sesuai.
Pemahaman risiko menjadi kunci agar investor tidak terjebak pada ekspektasi imbal hasil semata. Dengan edukasi yang memadai, pemanfaatan aset tertokenisasi dapat menjadi pelengkap strategi portofolio. Pendekatan ini sejalan dengan tren Kapitalisasi Pasar RWA yang terus tumbuh.
Secara keseluruhan, kehadiran aset global tertokenisasi di Pintu memperluas pilihan investasi bagi masyarakat Indonesia. Mulai dari Rp11.000, investor dapat menjangkau saham, indeks, ETF, hingga komoditas dalam satu aplikasi. Namun, risiko tinggi dan volatilitas tetap harus menjadi pertimbangan utama sebelum berinvestasi.