Technologue.id, Jakarta – Pokemon Go baru sebulan diluncurkan ke beberapa negara dunia. Walaupun belum lama dirilis secara terbatas, permainan yang menggunakan teknologi augmented reality (AR) tersebut berhasil menarik perhatian karena mencapai pengguna aktif yang tinggi dalam waktu cepat.

Bukan cuma jumlah pengguna yang melesat cepat, tapi angka pendapatan yang dihasilkan Pokemon Go juga luar biasa. Permainan menangkap monster digital itu disebutkan berhasil meraup pendapatan sebesar US$ 200 juta atau setara Rp 2,6 triliun dalam sebulan.

Angka pendapatan fantastis Pokemon Go itu berdasarkan hasil analisa perusahaan Sensor Tower. Jumlah pendapatan tersebut melewati penghasilan game hits lain seperti, Clash Royale maupun Candy Crush Saga dalam satu bulan.

Penghasilan Pokemon Go sendiri berasal dari berbagai pembelian item yang disediakan dalam game, misalnya Poke Balls untuk menangkap monster Pokemon. Item lain seperti Lure module dan Incense juga banyak dibeli para Pokemon Trainer.

Hebatnya, jumlah penghasilan besar dari Pokemon Go itu baru diraup dari beberapa negara awal yang mendapat aplikasinya secara resmi. Tak kurang 15 negara di Asia baru saja diumumkan kebagian versi resmi dari Pokemon Go, termasuk Indonesia.

Jumlah pendapatan Pokemon Go diperkirakan masih terus meningkat seiring makin banyaknya negara yang kebagian jatah mencicipi aplikasi ini. Belum lagi segelintir negara besar seperti China, Korea Selatan dan India yang masih menunggu kabar dari Niantic dan Nintendo.

Baca juga :

AWAS, POKÉMON GO MENGANDUNG MALWARE!

NETIZEN LEBIH PILIH POKÉMON GO DARIPADA CARI PACAR

TRIK MAIN POKÉMON GO TANPA BOROS BATERAI