Jakarta, Technologue.id – Startup robotaxi asal China, Pony.ai, mencatatkan tonggak bersejarah. Perusahaan ini melaporkan laba bersih kuartalan pertama mereka yang sesuai standar GAAP untuk kuartal keempat 2025. Pencapaian ini datang bersamaan dengan peluncuran layanan robotaxi komersial pertama di Eropa.

Layanan tersebut dioperasikan di Kroasia melalui kemitraan strategis. Pony.ai bekerja sama dengan Uber dan startup lokal bernama Verne. Dalam kerja sama ini, Pony.ai bertugas menyediakan teknologi mengemudi otonomnya.

Verne akan mengoperasikan armada taksi robot yang diproduksi BAIC. Layanan ini kemudian diintegrasikan ke dalam platform ride-hailing global Uber. Pelanggan dapat memesan melalui aplikasi Uber atau aplikasi khusus Verne.

Pengujian di jalan raya kota Zagreb telah dimulai. Kemitraan ini memberi Pony.ai infrastruktur distribusi internasional yang kuat. Membangun jaringan seperti ini sendiri membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Laba kuartalan itu sebagian didorong oleh keuntungan investasi strategis awal. Bukan semata-mata berasal dari operasi inti robotaxi. Gambaran kinerja penuh tahun 2025 masih menunjukkan kerugian bersih.

Namun, kerugian tersebut menyusut drastis sebesar 72%. Angkanya menjadi US$76,8 juta dengan pendapatan US$90 juta. Yang lebih menggembirakan adalah pertumbuhan pendapatan dari layanan robotaxi.

Pendapatan robotaxi tumbuh 160% year-on-year pada kuartal tersebut. Nilainya mencapai US$6,7 juta. Pendapatan berbasis tarif bahkan melonjak lebih dari 500%.

Lonjakan ini mencerminkan akselerasi operasi berbayar di China. Pony.ai kini melaporkan operasi yang menguntungkan di dua kota besar China. Pertama adalah Guangzhou pada November 2025.

Kota kedua adalah Shenzhen di awal Maret 2026. Di Shenzhen, setiap kendaraan rata-rata menyelesaikan 23 perjalanan harian. Pendapatan bersih harian per kendaraannya mencapai CN¥394 atau setara US$57.

Total ukuran armada perusahaan telah melampaui 1.400 kendaraan. Targetnya adalah mencapai 3.000 unit sebelum akhir tahun 2026. Ekspansi ini menjadi bagian dari strategi pertumbuhan agresif.

CEO Pony.ai, James Peng, memberikan pernyataan resmi. Ia menyebut kemampuan mencapai skala di berbagai metrik kunci sebagai pencapaian penting. Validasi unit ekonomi di beberapa kota tier-one China menjadi milestone terbesar 2025.

“Kami akan mempercepat pertumbuhan top-line dengan kecepatan lebih tinggi,” kata Peng. Ia juga menjabarkan rencana untuk tahun 2026 sebagai tahun membangun momentum. Armada akan ditingkatkan menjadi lebih dari 3.000 kendaraan.

Area operasi akan diperluas ke lebih dari 20 kota global. “Untuk mencapai tujuan ini, kami akan menggunakan strategi dual-engine,” lanjutnya. Strategi ini digabung dengan model penyebaran bersama untuk mempercepat momentum.

Di front internasional, Pony.ai sangat aktif pada Maret 2026. Perusahaan meluncurkan layanan robotaxi di Singapura, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Kemitraan dengan Uber menjadi kunci ekspansi global yang efisien.

Bagi Uber, ini adalah bagian dari strategi jaringan otonomi yang lebih luas. Perusahaan telah menandatangani kemitraan dengan hampir dua lusin perusahaan. Mitra-mitra ini mencakup berbagai kategori penggunaan, termasuk robotaxi dan angkutan barang otonom.

Platform Uber diperlakukan sebagai lapisan jaringan untuk teknologi otonom apa pun. Pendekatannya adalah mendukung operator yang berkembang paling cepat, bukan satu operator tunggal. Sebelum Pony.ai, mitra otonomi terbaru Uber adalah Rivian.

Kedua perusahaan berencana menyebarkan 10.000 SUV R2 otonom penuh mulai 2028. Menurut Rivian, sebanyak 50.000 kendaraan dapat dikirimkan melalui kemitraan ini. Industri robotaxi global memang penuh dinamika, seperti yang terlihat pada drama Robotaxi Tesla.

Di sisi lain, tantangan pendanaan masih nyata, seperti kasus startup Phantom Auto. Pony.ai mengandalkan beberapa mitra kendaraan utama. Selain BAIC, mitra robotaxi utamanya adalah Toyota.

Toyota akan memasok 1.000 unit kendaraan bZ4X yang telah diadaptasi. Kendaraan ini untuk penyebaran bersama pada tahun 2026. Model ini menjadi fondasi untuk peningkatan produksi massal generasi ketujuh Pony.ai.

Perusahaan juga memperdalam integrasi dengan platform mobilitas WeChat di China. Di pasar luar negeri, Pony.ai bekerja sama dengan GAC dan BAIC. Kolaborasi ini bertujuan memanfaatkan rantai pasok dan jaringan purna jual mereka.

Ekspansi agresif Pony.ai menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Validasi unit ekonomi di kota-kota besar menjadi bukti konsep yang kuat. Namun, jalan menuju profitabilitas berkelanjutan masih panjang.

Persaingan dengan pemain seperti robotaxi Tesla yang dijanjikan Elon Musk akan semakin ketat. Keberhasilan di Kroasia bisa menjadi pintu gerbang menuju pasar Eropa yang lebih luas. Semua mata tertuju pada kemampuan Pony.ai menjaga momentum ini.