Home Latest News Posisi 5G Huawei Terancam di Inggris?

Posisi 5G Huawei Terancam di Inggris?

Kantor Huawei (Source: The Japan Times)

Technologue.id, Jakarta – Masa depan Huawei di Inggris diragukan, lagi. Pasalnya, Inggris berencana mendepak perusahaan teknologi asal China itu dari proyek jaringan 5G mereka.

Mengutip BBC (26/5/2020), pada hari Minggu lalu, Pusat Keamanan Nasional Inggris (NCSC) mengkonfirmasikan bahwa pihaknya tengah memeriksa dampak apa yang akan terjadi pada jaringan Inggris yang menggunakan teknologi Huawei.

Baca Juga:
AS Perpanjang Larangan Dagang Huawei

Konsekuensinya dapat mempengaruhi seberapa cepat akses internet ditingkatkan dan berapa biayanya. Kondisi ini didorong ketika ekonomi negara sedang dalam keadaan genting karena pandemi virus Corona.

Katalisator untuk pemikiran ulang yang potensial adalah langkah AS untuk membatasi kemampuan perusahaan untuk membeli chip, yang dibenarkan atas “alasan keamanan nasional”.

Pada bulan Januari, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memberi lampu hijau untuk terus menggunakan teknologi perusahaan di jaringan seluler dan broadband, tetapi mengatakan pangsa pasarnya harus dikurangi.

Sekarang dia mungkin berubah pikiran. Secara bertahap keterlibatan Huawei akan mencapai nol persen pada tahun 2023.

Baca Juga:
Kiprah dan Komitmen Huawei Sepanjang Tahun ini

Terkait hal ini, Johnson menyebut telah menginstruksikan para pejabat terkait untuk menyusun rencana kebijakan.

Johnson juga sebelumnya telah menyerukan supaya Inggris menjadi lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada China di beberapa sektor.

Adapun wacana untuk meninjau ulang kesepakatan dengan Huawei, pada awalnya mengemuka di antara anggota parlemen Partai Tory yang mengkritik investasi China sejak pandemi global Covid-19, yang berasal dari Wuhan.

Tom Tugendhat, yang bulan lalu bersama anggota parlemen Konservatif lainnya meluncurkan Kelompok Penyelidik China, mengatakan kepada Business Insider: “Ini benar-benar membuat sesuatu yang jelas yang sudah kita ketahui sejak lama.”

“China memainkan permainan strategis dalam mencoba membuat kita memilih antara masa depan ekonomi kita dan kemitraan strategis kita. Ini bukan keputusan yang kita bisa salah,” imbuhnya.