Technologue.id, Jakarta – Kasus cacat produksi Galaxy Note 7 tak bisa diremehkan. Samsung selaku produsennya pun mengakui hal tersebut.

Walau sudah menyatakan permintaan maafnya sekaligus mengumumkan penundaan penjualan serta penarikan unit dari konsumen, konglomerat teknologi dari Korea Selatan itu tak berhenti sampai di sana. Tim Baxter, Presiden sekaligus COO Samsung Electronics Amerika Serikat, belum lama ini mengunggah video permintaan maafnya pada pemilik Galaxy Note 7. Selain itu, ia juga meminta agar konsumen mau mengembalikan ponsel premium itu untuk kemudian diganti dengan unit yang baru.

Sejauh ini, ada lebih dari satu juta unit Galaxy Note 7 yang aktif di Negeri Paman Sam. Yang cukup mengerikan, hampir 100 unit di antaranya telah meledak. Sebuah mobil bahkan sempat terbakar gara-gara smartphone ber-iris scanner tersebut.

Untungnya, para pemilik adik Galaxy Note 5 itu cukup sadar dengan imbauan Samsung. Alhasil sekitar 130 ribu unit, berdasarkan klaim Baxter, sudah dikembalikan.

- Advertisement -

Di akhir video, Baxter memohon agar Note 7 yang masih berkeliaran di masyarakat segera dinonaktifkan dan dikembalikan. Pihaknya juga telah berjanji akan menukarkan produk bermasalah itu dengan Note 7 yang baterainya sudah diperbaiki dan jauh lebih aman sebelum tanggal 21 September 2016.

 

Baca juga:

KEMKOMINFO HARAMKAN GALAXY NOTE 7

GALAXY NOTE 7 MELEDAK, JUALAN SAMSUNG MELEMPEM?

GALAXY NOTE 7 BERMASALAH, SAHAM SAMSUNG TERJUN BEBAS