Technologue.id, Jakarta – Worldwide Developer Conference (WWDC) 2016 menjadi saksi ketika Apple mengucapkan selamat tinggal pada OS X. Perusahaan yang dinakhodai oleh Tim Cook itu mengganti nama sistem operasi untuk desktop bikinannya itu dengan macOS. Tahun ini, versi macOS yang rilis adalah Sierra.

BusinessInsider memberitakan kalau pergantian nama ke macOS ini bertujuan untuk menghilangkan kerancuan antara OS X dan iOS. Sebab tahun ini, iOS memasuki versi ke sepuluhnya. Ditakutkan simbol ‘X’ pada OS X yang berarti 10 dalam simbol Romawi bisa membuat masyarakat salah kaprah.

Mungkin, butuh waktu untuk memasyarakatkan macOS karena titel OS X terlanjur melekat. Namun selain nama, tidak ada yang berubah dari kemampuan sistem operasi tersebut.

Sekadar mengingatkan Anda, dimulai pada tahun 2001, Apple sudah rajin merilis versi OS X tiap tahunnya. Alhasil, macOS telah menjelma menjadi salah satu komoditas terlaris Apple sejak dilahirkan 15 tahun silam.