Technologue.id, Jakarta – Raksasa manufaktur semikonduktor asal Taiwan, TSMC, kembali mengalami masalah proses produksi chipset. Kerusakan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan chipset telah menghantam produksi di salah satu pabriknya.

Dilansir dari GizChina (28/1/2019), cacat bahan kimia ini mempengaruhi jalur produksi HiSilicon Technologies.

Seperti yang diketahui, HiSilicon Technologies merupakan unit bisnis yang berada di belakang pembuatan komponen utama chipset Kirin untuk ponsel Huawei. Akibat kejadian ini produksi chipset Huawei Kirin terpaksa mengalami perlambatan produksi.

Baca Juga:
Klarifikasi Bos Huawei Dituduh Mata-Mata China

TSMC mampu mengisolasi masalah dan melanjutkan pekerjaan di sebagian pabrik yang terkena dampak. Karena pembuatan chip tidak instan, gangguan dalam produksi berpotensi menyebabkan hilangnya seminggu produksi.

TSMC menolak berkomentar tentang kerugian produksi yang telah diambil perusahaan, juga tidak berkomentar tentang klien yang terkena dampak langsung. Saat ini mereka sedang melakukan investigasi penyebab kerusakan bahan kimia itu.

Dalam enam bulan ini, TSMC sudah dua kali didera gangguan produksi chipset. Sebelumnya di bulan Agustus 2018, TSMC menjadi korban virus komputer yang ditargetkan. Buntutnya, beberapa pabrik TSMC telah offline akibat infeksi peralatan pabrik.