Technologue

Putra Bangsa Berhasil Kembangkan Alat Tes Virus Corona

Technologue.id, Jakarta – Putra bangsa bernama Santo Purnama berhasil mengembangkan alat tes mandiri untuk Covid-19. Memakan waktu 4 bulan dalam pengembangannya, alat yang diberi nama Sensing Self Ini diklaim dapat memberikan hasil tes yang lebih cepat dan akurat.

Melalui keterangan tertulis pada Kamis (2/4/2020), Santo mengatakan, “Alat tes mandiri Sensing Self ini memberikan hasil deteksi hanya dalam waktu 10 menit dengan menggunakan analisis enzim. Hasil tes ini jauh lebih cepat dibandingkan alat tes lain yang memerlukan waktu 1 jam.”

Baca Juga:
Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Peduli Lindungi dan TraceTogether

Menurut Santo, kehadiran alat tes mandiri dapat membantu pemerintah untuk menyediakan akses tes yang lebih praktis. Setiap orang bisa melakukannya sendiri, dengan begitu bisa meminimalisir risiko infeksi ketika pasien datang ke rumah sakit untuk melakukan tes serta mengurangi beban tenaga medis.

Santo juga menambahkan alat tes mandiri Sensing Self ini memiliki harga yang jauh lebih murah, hanya dengan Rp160.000. Berbeda dengan metode nostril swab yang memakan biaya hingga Rp 1,2 juta sekali tes.

Sayangnya, alat tes mandiri ini harus tersendat pendistribusiannya. Pasalnya hingga saat ini Pemerintah Indonesia belum mengeluarkan lisensi izin edar untuk alat tersebut.

Santo menyebut sudah empat minggu lebih Pemerintah belum memberikan keputusan persetujuan. Padahal badan farmasi Eropa hanya membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk memberikan persetujuan, bahkan India hanya menghabiskan waktu satu minggu untuk melakukan uji coba, validasi, dan persetujuan akhir.

Baca Juga:
Di Tanah Sendiri, Alat Tes Virus Corona Besutan Anak Bangsa Belum Dapat Izin

Sensing Self sendiri telah mendapatkan lisensi edar dari tiga pasar penting di dunia, yaitu Eropa, India, serta Amerika Serikat. Untuk pasar Amerika Serikat, FDA telah memberikan persetujuan bagi alat tes Sensing Self dengan syarat bahwa penggunaannya harus dilakukan di lembaga medis formal.

Di India, yang mencatatkan angka ribuan kasus positif Covid-19, telah memesan alat tes cepat Sensing Self sejumlah 3 juta unit. Pemerintah setempat langsung memesan jutaan unit alat tes ini dua hari setelah lisensi diterbitkan.