Technologue.id, Jakarta – Meski posisinya hingga saat ini masih sebagai pelengkap, popularitas perangkat wearable ternyata terus meningkat. Dan tren tersebut terlihat sepanjang kuartal ketiga tahun 2019 kemarin. Salah satu pendongkraknya adalah AirPods buatan Apple.

Baca Juga:
Dibanderol Rp3 Jutaan, Apa Sih Keunggulan AirPods Pro?

Mengutip dari GSMArena (10/12/19), salah satu perusahaan riset pasar, IDC baru-baru ini sudah merilis laporan terbarunya tentang peningkatkan popularitas dari perangkat konsumer, khususnya di bidang teknologi.

Berdasarkan laporan tersebut, pada periode kuartal ketiga tahun 2019 ini, industri wearable mengalami peningkatan pertumbuhan hingga 94,6 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Dan kontribusi tertinggi adalah dari sub-kategori ‘hearable’, atau perangkat wearable berbasis audio seperti headset wireless.

Data IDC: Perangkat Wearable Q3 2019 (Sumber: GSMArena.com)
Data IDC: Perangkat Wearable Q3 2019 (Sumber: GSMArena.com)

Hearable menjadi salah satu perangkat yang mudah dibawa-bawa. Banyaknya vendor smartphone yang mulai menanggalkan jack audio 3,5 mm, membuat banyak pengguna beralih ke headphone wireless. Dengan semakin banyak yang menggunakan, harga jualnya pun turun secara signifikan”, kata Tamon T. Llamas, Research Director IDC Wearables.

Baca Juga:
Huawei FreeBuds 3 Siap Saingi AirPods

Dalam wearable, IDC mencatat bahwa Apple berhasil menduduki posisi pertama dengan jumlah penjualan 29,5 juta unit untuk periode kuartal ketiga 2019. Padahal, diperiode yang sama pada tahun 2018 lalu. Apple hanya berhasil menjual 10 juta unit. Atau dengan kata lain, pertumbuhan dari tahun ke tahunnya mencapai 195,5 persen. Dengan begitu, Apple memperoleh pangsa pasar 35 persen.

Sementara posisi kedua ditempati oleh Xiaomi dengan angka penjualan 12,4 juta unit. Setelah itu, ada Samsung dengan angka penjualan 8,3 juta unit. Dengan begitu, keduanya masing-masing mendapatkan pangsa pasar sebesar 14,6 persen dan 9,8 persen.