Technologue.id, Jakarta – Huawei membeberkan capaian-capaian bisnis mereka di kuartal ketiga tahun 2019 dan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar CNY610,8 miliar (setara Rp1.220 triliun) atau meningkat sebesar 24,4% year-on-year dengan margin laba bersih sebesar 8,7%.

Di grup bisnis konsumer, ponsel pintar besutan Huawei tercatat mengalami pertumbuhan yang stabil. Pengapalan ponsel pintar Huawei di kuartal ketiga 2019 telah melampaui 185 juta unit. Terjadi peningkatan sebesar 26% year-on-year.

Baca Juga:
Komitmen Huawei Dorong Perkembangan Ekosistem 5G di Indonesia

Tak hanya itu saja, raksasa teknologi asal Tiongkok itu juga berhasil mencetak pertumbuhan yang pesat di lini bisnis lainnya, seperti PC, tablet, wearable, hingga produk audio cerdas.

Dilaporkan pula, selama kuartal ketiga 2019, Huawei meluncurkan visi smart screen yang menampilkan sejumlah inovasi menarik di bidang peranti lunak dan keras. Inovasi tersebut mendapatkan tempat tersendiri di kalangan konsumer dan industri secara keseluruhan.

Saat ini, Huawei juga tengah membangun ekosistem yang kokoh yang difokuskan bagi kalangan konsumer. Ekosistem ini mampu menghadirkan pengalaman yang makin cerdas untuk segala macam skenario pemanfaatan besar.

Ekosistem Huawei Mobile Services juga mengalami perkembangan signifikan. Ekosistem ini telah menjangkau hingga lebih dari 170 negara dan kawasan. Sebanyak 1,07 juta pengembang telah terdaftar secara resmi di seluruh dunia.

Baca Juga:
4G Lewat, Ini Tren Teknologi yang Hanya Bisa Digeber 5G

Pengembangan layanan cloud di Huawei juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Menyusul diumumkannya strategi komputasi perusahaan, Huawei juga merilis Atlas 900, klaster training AI yang tercepat di dunia.

Di kuartal ketiga, Huawei meluncurkan pula layanan klaster Huawei Cloud Ascend AI, sebanyak 112 layanan baru yang diperkuat oleh prosesor Kunpeng dan Ascend, serta Industrial Intelligent Twins.

Seluruh produk tersebut menjadi pilar yang mendukung terwujudnya terobosan-terobosan baru bagi beragam sektor, dari pemerintahan, penyedia layanan internet (ISP), otomotif, finansial, maupun di sektor-sektor lainnya. Sebanyak tiga juta perusahaan dan pengembang telah menggunakan Huawei Cloud dalam mendukung pengembangan produk dan layanan mereka.