Qlue Pangkas Karyawan Demi Kejar Efisiensi

Technologue.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, heboh perusahaan e-commerce Bukalapak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada ratusan karyawan dengan alasan efisiensi. Langkah ini ternyata turut ditempuh oleh platform ekosistem smart city, Qlue, untuk terus tumbuh sebagai startup berkelanjutan dalam jangka panjang.

“Fokus untuk pembenahan sistem internal dan operasional terus dilakukan. Kita coba fokus untuk cost efficiency. Dari tadinya karyawan over 100 orang, akhirnya sekarang jumlah karyawan in total 80 orang, dan sudah termasuk engineer-engineer kita yang on site,” kata Maya Arvini, Chief Commercial Officer Qlue, di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Baca Juga:
Berjaya di 2019, Ini Capaian dan Rencana Bisnis Qlue

Perombakan manajemen internal Qlue ini tidak hanya melakukan perampingan dari sisi jumlah karyawan namun juga merekrut talenta-talenta baru yang bisa diandalkan sesuai bidangnya.

“Kita banyak merekrut orang-orang yang memang sangat kompeten di bidang teknologi, sales, dan business development. Di beberapa distrik atau tempat tertentu kita juga taruh engineer on site. Jadi tidak perlu kita terbangkan engineer ke suatu tempat setiap minggu,” tutur Maya.

Setelah melakukan pembenahan, Qlue pun sukses mencatat pertumbuhan bisnis yang luar biasa dengan meningkatnya pendapatan perusahaan di atas 50% dengan jumlah klien yang meningkat 89% menjadi 85 klien yang terdiri dari instansi pemerintah dan swasta.

Tahun 2020, Qlue fokus untuk terus melakukan ekspansi di sektor swasta, dengan meningkatkan target 60% dari sektor swasta dan 40% dari instansi pemerintah. Qlue menargetkan akan melakukan implementasi di lebih dari 100 kota di Indonesia, dan di lima kota di Asia dan Eropa.

“Perombakan dan perampingan sistem ini dilakukan karena dibilang kami ini masih kecil. Kita saat ini sedang growth stage dan secara bisnis kita juga double digit growth, jadi hal ini harus dilakukan dari sekarang. Karena kalau nanti keburu besar, ribet gimana benerinnya,” tandasnya.

Baca Juga:
Qlue Segera Luncurkan Solusi Pengelolaan Polusi Udara

Maya mengatakan ekspansi bisnis di dalam dan luar negeri yang dilakukan oleh Qlue didukung oleh performa tim pengembangan bisnis yang melakukan penjualan secara langsung dan dibantu oleh mitra bisnis yang memiliki kesamaan visi dengan Qlue, mulai dari system integrator, penyedia platform dan perangkat keras, hingga firma konsultan.

“Kami merasa bersemangat karena telah berhasil menutup tahun ini dengan berbagai pencapaian luar biasa baik dari segi bisnis maupun pengembangan teknologi. Kami optimis untuk tetap fokus menargetkan pertumbuhan bisnis lebih dari 50% di 2020,” jelas Maya.

Recent Articles

Update Grindstone’s Back to the Grind Sudah Hadir, Tambah 15 Level Baru dan Peralatan Baru

Technologue.id, Jakarta - Menyusul update Grindstone pada bulan April, Capybara Games kali ini membawa hal baru lagi dengan game lain. Kali ini disebut "Back...

Dua Hari Rilis, Realme C11 Ludes dalam Waktu 4 Menit

Technologue.id, Jakarta - Realme C11 yang rilis pada 30 Juni lalu telah terjual sebanyak 10.000 unit. Realme mengklaim ponsel terbarunya itu ludes...

Telkomsel Manfaatkan Peluang Bisnis Home Broadband Lewat ‘Orbit’

Technologue.id, Jakarta - Penetrasi Home Broadband atau internet kabel di Indonesia masih rendah. Bahkan bila dibandingkan dengan negara berkembang lain, Indonesia masih...

Riset Sea Insights: 70% UMKM Manfaatkan Media Digital

Technologue.id, Jakarta - Pandemi virus Corona berhasil menggeser kebiasaan masyarakat termasuk dalam berbisnis. Bahkan menurut laporan Sea Insights, sekitar 70% pelaku UMKM...

Makin Canggih, iPhone 12 Bisa Rekam Video 4K dengan FPS Tinggi?

Technologue.id, Jakarta - Rumor terkait iPhone 12 kembali mencuat. Kali ini dikatakan, ponsel generasi terbaru dari Apple itu akan memiliki kemampuan merekam...

Related Stories